Indonesia Dukung Madagaskar Buka Perwakilan Diplomatik di Jakarta

Pemerintah Madagaskar berencana membuka perwakilan diplomatik di Jakarta, disambut positif oleh Indonesia sebagai langkah memperkuat kerja sama bilateral yang telah terjalin lebih dari lima dekade.
Menlu RI Sugiono menyebut pembukaan perwakilan kemungkinan diawali dengan pembentukan Konsul Kehormatan sebelum berkembang menjadi kantor diplomatik permanen untuk mempermudah koordinasi kedua negara.
Kedekatan sejarah, budaya, dan bahasa antara masyarakat Indonesia dan Madagaskar disebut menjadi modal penting dalam memperdalam kemitraan strategis di kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.
Jakarta, IDN Times - Hubungan Indonesia dan Madagaskar memasuki babak baru. Pemerintah Madagaskar menyatakan minat untuk membuka perwakilan diplomatik di Jakarta, langkah yang dinilai dapat memperkuat kerja sama kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.
Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N’Diaye di Jakarta. Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas berbagai isu bilateral, mulai dari kerja sama ekonomi hingga penguatan hubungan antarmasyarakat.
Bagi Indonesia, kehadiran perwakilan diplomatik Madagaskar di Jakarta bukan hanya akan memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi negara kepulauan di Samudra Hindia tersebut untuk menjalin hubungan dengan ASEAN dan kawasan Asia-Pasifik.
Sugiono mengatakan, Indonesia menyambut baik ketertarikan Madagaskar untuk memperkuat kehadiran diplomatiknya di Indonesia.
1. Indonesia sambut minat Madagaskar buka misi diplomatik

Dalam konferensi pers bersama, Sugiono menyampaikan dukungan Indonesia terhadap rencana tersebut.
"Saya juga menyampaikan sambutan hangat atas ketertarikan Madagaskar untuk membentuk misi diplomatik di Jakarta pada masa mendatang,” kata Sugiono di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut dia, keberadaan perwakilan diplomatik akan memperkuat hubungan kedua negara sekaligus memudahkan koordinasi berbagai program kerja sama.
“Kami percaya kehadiran tersebut akan semakin memperkuat hubungan bilateral dan memfasilitasi keterlibatan Madagaskar dengan kawasan, dengan ASEAN, serta dengan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia memandang langkah itu sebagai bagian dari upaya memperdalam kemitraan yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang.
2. Dimulai dari Konsul Kehormatan

Dalam sesi doorstop usai pertemuan, Sugiono mengungkapkan gagasan pembukaan perwakilan Madagaskar sebenarnya sudah lama dibicarakan.
“Sebenarnya ini idenya sudah lama, cuma belum pernah terimplementasikan, terus dibahas lagi, mereka progressing lah ya,” kata Sugiono.
Menurut dia, proses tersebut kemungkinan akan diawali dengan pembentukan Konsul Kehormatan sebelum berkembang menjadi bentuk perwakilan yang lebih permanen.
"Mungkin dimulai dari Honorary Consul, tadi juga sudah mulai dilempar beberapa nama oleh pihak Madagaskar, kita berharap ya, ada perwakilannya di Jakarta,” ujarnya.
Sugiono menilai kehadiran perwakilan resmi akan semakin memudahkan hubungan kedua negara yang selama ini memiliki kedekatan historis dan budaya.
3. Kedekatan sejarah jadi modal kerja sama

Sugiono mengatakan, hubungan Indonesia dan Madagaskar memiliki karakter yang berbeda dibandingkan hubungan bilateral pada umumnya.
“Hubungan antara Indonesia dan Madagaskar itu bukan sekadar hubungan bilateral yang biasa, tetapi juga we share the same root,” kata dia.
Menurut Sugiono, sejumlah penelitian menunjukkan adanya kedekatan sejarah, budaya, bahkan bahasa antara masyarakat Madagaskar dan beberapa kelompok masyarakat di Indonesia, khususnya dari Kalimantan.
“Ada semacam kedekatan genetik, kedekatan budaya juga, bahasanya juga sama, ada berakar dari bahasa yang sama dengan beberapa suku khususnya di Kalimantan,” ujarnya.
Selain faktor sejarah, Indonesia juga melihat Madagaskar sebagai mitra strategis karena letak geografisnya yang penting di kawasan Afrika.
"Dan mereka juga ada di posisi geografis yang sangat strategis, yang juga menjadi pintu masuk ke Afrika, kekayaan alam yang utama mineral, yang dibutuhkan untuk industri dan teknologi maju. Saya kira it calls for greater relations between Indonesia and Madagaskar,” kata Sugiono.


















