Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) desak warganya untuk tidak bepergian ke Nigeria. Peringatan ini mengenai ancaman terorisme, unjuk rasa, dan penculikan di sejumlah wilayah di negara Afrika Barat tersebut.
“Warga Amerika dipandang kaya dan serang menjadi target penculikan. Kasus penculikan di Nigeria semakin marak dengan menghentikan pengemudi di jalan raya dan merampok atau menculik korban," ungkapnya, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/4/2026).
Beberapa tahun terakhir, Nigeria dihadapkan pada krisis keamanan imbas aktivitas kelompok jihadis. AS juga sudah mengirimkan 200 unit drone MQ-9 Reaper ke Nigeria untuk membantu melawan terorisme.
