Militer Nigeria Selamatkan 31 Sandera dalam Serangan Gereja di Kaduna

Jakarta, IDN Times - Angkatan Darat Nigeria berhasil menyelamatkan 31 warga sipil yang diculik oleh kelompok bersenjata pada Minggu (5/4/2026). Para korban diculik saat sedang mengikuti ibadah Paskah di sebuah gereja di Negara Bagian Kaduna. Operasi militer di wilayah barat laut ini merupakan respons cepat terhadap serangan mematikan yang menyasar tempat ibadah tersebut.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam. Sedikitnya lima jemaat ditemukan tewas di lokasi kejadian akibat serangan brutal sebelum bantuan militer tiba. Saat ini, aparat keamanan terus memburu para pelaku yang melarikan diri ke dalam hutan demi menjaga stabilitas dan memulihkan rasa aman warga di wilayah Kachia.
1. Tentara bebaskan puluhan sandera setelah baku tembak sengit

Operasi penyelamatan oleh prajurit Angkatan Darat Nigeria di Kachia bermula dari laporan masuknya kelompok teroris ke Gereja ECWA, Desa Ariko. Para penyerang menyusup di tengah ibadah Paskah dan membawa paksa puluhan jemaat ke arah pedalaman.
Berkat informasi dari warga setempat, unit tempur Divisi 1 segera bergerak memotong jalur pelarian kelompok bersenjata tersebut sebelum mereka mencapai lokasi persembunyian. Baku tembak yang sengit pun tak terhindarkan. Tekanan dari pihak militer akhirnya memaksa pelaku melepaskan seluruh sandera agar bisa melarikan diri dari kepungan.
"Melalui respons cepat, pasukan berhasil menggagalkan serangan teroris dan menyelamatkan 31 warga sipil yang diculik selama ibadah Paskah di Desa Ariko," ujar perwakilan resmi Angkatan Darat Nigeria, dilansir CTV News.
2. Perbedaan data jumlah korban tewas antara militer dan gereja

Saat ini, terdapat perbedaan data jumlah korban antara pihak militer dan perwakilan gereja. Militer melaporkan penemuan lima jenazah, sementara Asosiasi Kristen Nigeria (CAN) mendata jumlah korban jiwa yang lebih tinggi karena serangan diduga menyasar dua gereja secara bersamaan. Di luar korban tewas, petugas medis juga tengah merawat satu korban luka yang berhasil diselamatkan bersama rombongan sandera.
Ketua CAN wilayah Kaduna, Caleb Maaji, menyebutkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dan beberapa warga lainnya masih dinyatakan hilang. Hingga kini, belum dipastikan apakah pelaku merupakan kelompok kriminal yang mengincar uang tebusan atau kelompok ekstremis.
"Temuan di lapangan saat ini masih terus berkembang," ungkap Caleb Maaji, dilansir TRT World.
3. Militer perkuat pasukan untuk bersihkan hutan dari teroris

Sebagai langkah mitigasi lanjutan, Mayor Jenderal Abubakar Wase memerintahkan pengerahan pasukan tambahan dan patroli udara di wilayah Kachia. Langkah ini diambil guna mencegah ancaman susulan bagi warga di sekitar Desa Ariko dan perbatasan Negara Bagian Kaduna.
Operasi yang tergabung dalam strategi FANSAN YAMMA ini difokuskan untuk menyisir dan membersihkan wilayah hutan dari sarang teroris. Petugas juga memperketat penjagaan di tempat-tempat ibadah serta fasilitas publik. Angkatan Darat Nigeria turut mengimbau masyarakat untuk mendukung aparat dengan memberikan laporan intelijen yang akurat.
"Pasukan tetap teguh dalam melakukan operasi serangan terhadap semua ancaman keamanan nasional. Hal ini demi menjamin perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Nigeria," pungkas pihak militer dalam pernyataan resminya.



















