Jakarta, IDN Times - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat akibat saling serang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dan meluas ke negara lain di kawasan. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan energi dunia.
Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia tersebut menjadi jalur utama bagi kapal-kapal tanker minyak dan gas alam cair (LNG). Gangguan sekecil apa pun di kawasan ini berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Krisis di kawasan ini semakin meningkat. Infografik dari World Times Institute menunjukkan sejumlah indikator menunjukkan aktivitas pelayaran mulai terganggu akibat meningkatnya risiko keamanan. Salah satu indikasi tersebut adalah peringatan dari Iran terkait potensi ancaman terhadap kapal yang melintas di kawasan tersebut.
“Peringatan Iran bahwa kapal-kapal dapat menjadi sasaran,” demikian disebutkan dalam infografik tersebut.
Di tengah situasi ini, operator kapal tanker besar juga mulai mengambil langkah antisipasi dengan menghentikan pengiriman. Kondisi tersebut membuat puluhan kapal tertahan di kawasan Teluk.
