Apresiasi Sugiono, Dino Patti Djalal: Tak Pernah Marah Walau Dikritik

Sugiono mendapat tugas baru sebagai Menko PMK setelah sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Dino Patti Djalal mengapresiasi dedikasi Sugiono, termasuk kiprahnya dalam sejumlah agenda diplomasi Indonesia.
Sikap Sugiono yang tetap terbuka terhadap kritik dan menjaga komunikasi dinilai sebagai profesionalisme yang patut ditiru.
Jakarta, IDN Times — Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan apresiasi kepada Sugiono yang kini mendapat tugas baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Sugiono sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Dalam reshuffle kabinet terbaru Presiden Prabowo Subianto, posisi tersebut kini diisi oleh Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri.
Dino menilai pergantian tersebut merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, Sugiono selama ini menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara tugas sebagai Menlu dan tanggung jawabnya sebagai petinggi partai yang juga membutuhkan perhatian besar di dalam negeri.
Dino menyampaikan terima kasih kepada Sugiono atas dedikasinya selama memimpin Kementerian Luar Negeri. Ia menilai Sugiono menjalankan tugas tersebut di tengah situasi dunia yang sangat dinamis dan penuh tantangan.
1. Dino soroti kiprah Sugiono selama jadi Menlu

Menlu Sugiono saat memberikan national statement di General Debate UNGA81, di New York, Amerika Serikat. (Dok. Kemlu RI) Dino menyebut Sugiono telah mengemban tugas sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia selama sekitar 23 bulan. Dalam periode tersebut, ia menilai terdapat sejumlah capaian yang patut diapresiasi.
“Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia atau FPCI dan saya pribadi, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sugiono atas dedikasi dan sumbangsih beliau sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia,” kata Dino dalam keterangan videonya, Jumat (2/10/2026).
Menurut Dino, Sugiono menjadi pelopor masuknya Indonesia ke dalam BRICS, terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB, hingga masuknya Indonesia sebagai pendiri Board of Peace. Ia juga menyinggung upaya pemulangan WNI dari berbagai situasi bermasalah di luar negeri.
Meski demikian, Dino mengakui kiprah Sugiono sebagai Menlu tidak lepas dari kritik. Bahkan, ia menyebut dirinya sendiri beberapa kali turut memberikan kritik terhadap kebijakan maupun kinerja Sugiono.
2. Dinilai tetap terbuka meski dikritik

Menteri Luar Negeri Sugiono ketika menyalami mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal di acara PPTM Kementerian Luar Negeri. (Tangkapan layar YouTube Kemlu) Dino mengatakan hal yang paling ia apresiasi dari Sugiono adalah sikapnya ketika menghadapi kritik. Menurutnya, Sugiono tidak pernah menunjukkan sikap tersinggung atau marah meski kritik datang, termasuk dari dirinya.
“Yang saya apresiasi, walaupun sering mendapat kritik termasuk dari saya sendiri, beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya,” ujar Dino.
Bagi Dino, sikap tersebut merupakan bagian penting dari diplomasi. Perbedaan pandangan, menurutnya, tidak semestinya membuat komunikasi terputus.
“Dan inilah esensi dari diplomasi, yaitu walaupun berbeda pandangan, namun terus menjaga hubungan dan bahkan menyesuaikan diri dengan kritik jikalau ada benar-benar,” katanya.
3. Dino: Sikap profesional Sugiono patut ditiru

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal. (IDN Times/Santi Dewi) Dino juga menilai Sugiono terus berkembang dan beradaptasi selama menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri. Ia mengatakan sikap profesional tersebut merupakan hal yang patut dicontoh pejabat lain.
“Dan sikap profesional ini juga perlu ditiru oleh pejabat lainnya,” ujar Dino.
Kini, Sugiono mendapat tugas baru sebagai Menko PMK. Sementara itu, posisi Menteri Luar Negeri diteruskan oleh Tata yang sebelumnya merupakan Wakil Menteri Luar Negeri.
Dino menyampaikan apresiasi atas dedikasi Sugiono sekaligus menyambut penugasan Tata sebagai Menlu baru. Menurutnya, pergantian tersebut menjadi momentum untuk melanjutkan kerja diplomasi Indonesia di tengah situasi global yang dinamis.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















