Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning ke Arab Saudi, RI Bagaimana?

5 min read
Sejumlah Negara Keluarkan Travel Warning ke Arab Saudi, RI Bagaimana?
Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Sejumlah negara mengeluarkan travel warning setelah serangkaian serangan mengganggu operasional bandara di Arab Saudi.

  • Indonesia mengimbau WNI menghindari perjalanan tidak esensial dan menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

  • Pemerintah belum mengimbau penghentian keberangkatan jemaah umrah, tetapi menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Serangkaian serangan terhadap bandara di Arab Saudi mendorong sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya. Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang termasuk negara yang meminta warganya meningkatkan kewaspadaan atau mempertimbangkan kembali perjalanan ke kerajaan tersebut.

Peringatan itu muncul setelah sejumlah bandara di Arab Saudi menjadi sasaran serangan dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Insiden tersebut turut mengganggu operasional penerbangan, termasuk di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Pemerintah Indonesia juga mengambil langkah antisipasi. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga negara Indonesia (WNI), termasuk jemaah umrah, agar menghindari perjalanan yang tidak esensial dan menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Di tengah situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan perwakilan Indonesia di Arab Saudi telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan. Meski begitu, hingga Kamis (15/10/2026), pemerintah Indonesia belum mengeluarkan imbauan untuk menghentikan keberangkatan jemaah umrah.

  1. 1. Australia hingga AS peringatkan warganya soal perjalanan ke Saudi

    bendera Amerika Serikat
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Dikutip dari Al Jazeera, Australia dan Selandia Baru menjadi negara terbaru yang mengeluarkan peringatan perjalanan pada Senin (12/10), menyusul langkah serupa dari AS, Kanada, Inggris, Korea Selatan, dan Jepang.

    Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Pemerintah Australia juga meminta warga mempertimbangkan kembali perjalanan ke bandara-bandara lain di Arab Saudi.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Perdagangan Selandia Baru meminta warganya tidak bepergian ke bandara utama Riyadh serta Provinsi Najran, Jazan, dan Asir untuk alasan apa pun. Selandia Baru juga menyarankan warganya menghindari perjalanan yang tidak esensial ke seluruh wilayah Arab Saudi.

    AS turut meningkatkan peringatan bagi warganya. Misi AS di Arab Saudi pada Selasa meminta warga Amerika mempertimbangkan kembali perjalanan ke kerajaan tersebut karena risiko serangan rudal dan pesawat nirawak dari Iran dan kelompok Houthi, konflik bersenjata, serta terorisme.

    Dalam sistem peringatan perjalanan AS, Arab Saudi berada pada Level 3 atau reconsider travel, yang berarti warga diminta mempertimbangkan kembali perjalanan. Sementara itu, wilayah di sepanjang perbatasan Arab Saudi dan Yaman ditetapkan pada Level 4 atau do not travel, yang berarti warga diminta tidak bepergian ke wilayah tersebut.

    Kanada juga mengeluarkan peringatan agar warganya menghindari perjalanan yang tidak esensial ke seluruh wilayah Arab Saudi. Korea Selatan menyarankan warganya yang sudah berada di negara tersebut untuk meninggalkan Saudi, kecuali mereka yang memiliki urusan penting, serta meminta calon pelancong membatalkan perjalanan.

    Adapun Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris meminta warganya menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam serta ke seluruh bandara di Arab Saudi, kecuali Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk keperluan esensial.

  2. 2. Serangan berulang ganggu operasional bandara Saudi

    IMG_0694.jpeg
    Serangan Houthi ke King Khalid International Airport di Riyadh, Arab Saudi. (AFP/Saudi Media Ministry)

    Peringatan perjalanan tersebut muncul setelah Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan terhadap bandara-bandara di wilayahnya. Menurut laporan Al Jazeera, lima serangan terjadi di bandara Saudi dalam waktu kurang dari sepekan.

    Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan satu orang tewas dan 11 lainnya terluka pada Minggu setelah sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

    Sehari sebelumnya, serangan Houthi di bandara yang sama dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Al Jazeera menyebut insiden tersebut sebagai serangan paling mematikan terhadap Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.

    Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas empat serangan terhadap bandara Saudi sebelum insiden Minggu. Namun, hingga laporan Al Jazeera diterbitkan, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut.

    Dampak serangan juga dirasakan sektor penerbangan. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam dilaporkan masih ditutup, sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah turut terganggu.

    Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, lebih dari 150 penerbangan dibatalkan dan 374 penerbangan mengalami keterlambatan di Bandara Jeddah pada Minggu.

    Analis penerbangan independen yang berbasis di Singapura, Brendan Sobie mengatakan, dampak jangka panjang terhadap industri penerbangan regional maupun global belum dapat dipastikan.

    “Seperti yang terjadi selama perang Iran dan dampak krisis tersebut terhadap Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, dampak dari krisis terbaru ini sangat bergantung pada berapa lama situasi berlangsung, berapa lama Bandara Riyadh tetap ditutup, serta berapa lama dan sejauh mana pembatasan diberlakukan setelah bandara dibuka kembali,” kata Sobie kepada Al Jazeera.

  3. 3. Indonesia imbau WNI hindari perjalanan tidak esensial

    Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah.
    Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Indonesia turut mengambil langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. KBRI Riyadh mengeluarkan imbauan keselamatan bagi WNI, termasuk jemaah umrah, agar menghindari perjalanan yang tidak esensial dan menjauhi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

    Pemerintah Indonesia juga mengecam segala bentuk serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil. Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap bandara internasional mengganggu penerbangan sipil, mengancam keselamatan penerbangan, dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.

    Indonesia turut menyerukan agar semua pihak yang terlibat mengutamakan dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah serta menghormati kedaulatan wilayah negara-negara di kawasan tersebut.

    Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan yang akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

    “Perwakilan RI terkait, baik KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah, telah menyiapkan rencana kontingensi kedaruratan yang akan selalu disesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” kata Heni pada Kamis (15/10/2026).

    Kemlu bersama perwakilan RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah juga terus berkoordinasi untuk memantau kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi yang dapat memengaruhi keselamatan WNI, termasuk jemaah umrah.

    Meski demikian, pemerintah Indonesia belum mengimbau penghentian keberangkatan jemaah umrah. Heni menegaskan, “Sampai saat ini jemaah umrah masih terus berjalan dan belum ada imbauan untuk menyetop.”

    Pemerintah meminta WNI tetap memperhatikan perkembangan situasi dan mengikuti imbauan keselamatan dari perwakilan RI. Kondisi keamanan dan operasional penerbangan di Arab Saudi masih menjadi perhatian, terutama karena serangan terhadap bandara dapat memicu pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan perubahan jadwal perjalanan.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More