ilustrasi warga Palestina (pexels.com/Ahsanul Haque Z)
Krisis kemanusiaan di Gaza turut menjadi perhatian utama para pemimpin dunia dalam sidang tersebut. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memicu aksi keluar ruangan delegasi Israel setelah mengecam kondisi Gaza sebagai kamp konsentrasi paling tidak manusiawi serta menyatakan bahwa siapa pun yang memiliki hati nurani tidak boleh diam melihat penderitaan warga Palestina.
“Israel menolak untuk menghentikan pendudukan. Kita dihadapkan pada pola pikir genosida yang tidak pernah puas membunuh. Tidak seorang pun yang memiliki rasa kemanusiaan, belas kasih, atau iba, tidak seorang pun yang dibimbing oleh keadilan dan hati nurani yang mungkin bisa tetap acuh tak acuh terhadap gambaran ini,” kata Erdogan, dikutip The Guardian.
Sejalan dengan kritik itu, Raja Yordania Abdullah menilai berbagai resolusi internasional sejauh ini gagal dan hanya berakhir di atas kertas, serta mengecam pengusiran warga di Tepi Barat sebagai pemindahan paksa yang tergolong kejahatan perang. Sementara itu, menteri luar negeri dari delapan negara Teluk turut mendesak penghentian tindakan pemindahan paksa warga Palestina dari tanah air mereka.