Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum Trump-Netanyahu Lengser

3 min read
Iran: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum Trump-Netanyahu Lengser
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Dan Scavino)
  • Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, sebagai tahap awal pembalasan Iran.
  • IRGC mengklaim menembak dan menghentikan tanker Trend berbendera Togo yang diduga melintas ilegal di Hormuz; insiden keamanan dekat Oman dilaporkan, seluruh awak selamat.
  • Trump mengklaim Iran ingin segera mencapai kesepakatan, tetapi Teheran belum mengonfirmasi pembicaraan baru dan menuntut syaratnya dipenuhi; China menyerukan penahanan diri serta pembukaan selat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Timesā€Š - Penasihan politik Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lengser dari kekuasaan. Ia menyebut langkah itu sebagai tahap pertama pembalasan dendam Iran.Ā 

Zolghadr menyampaikan pernyataan tersebut dalam pesan untuk menandai 200 hari kehadiran masyarakat Iran di jalan-jalan. Dalam pesan yang sama, ia juga menyinggung korban perang dan menyerukan pembalasan terhadap musuh-musuh yang dianggap bertanggung jawab.Ā 

  1. 1. Zolghadr serukan pembalasan atas korbanĀ perang

    Penasihan Politik Pemimpin Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr
    Penasihan Politik Pemimpin Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr (commons.wikimedia.org/Meghdad Madadi)

    Dilansir IRNA, Zolghadr mengatakan Iran bertekad membalas kematian para korban perang. Dalam pesannya, ia menyebut pemimpin Iran yang gugur, anak-anak di Minab, para remaja Lamerd, tentara di Bampur, awak kapal perang IRIS Dena, serta ribuan syuhada lainnya.Ā 

    Zolghadr juga mengatakan bahwa masyarakat Iran mampu bertahan menghadapi musuh-musuh yang datang dengan tujuan mengalahkan negaranya dalam tiga hari. Menurutnya, ketahanan tersebut merupakan bagian dari upaya mempertahankan eksistensi, identitas, kemerdekaan, dan cita-cita Iran.Ā 

    Ia kemudian menegaskan, "Para pejuang kami tidak akan membuka Selat Hormuz sampai penjahat Trump dan Netanyahu yang haus darah digulingkan dari kekuasaan; ini adalah tahap pertama pembalasan dendam bagi bangsa Iran."

  2. 2. IRGC klaim serang tanker berbendera Togo diĀ Hormuz

    Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Ozmaei
    Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Ozmaei (commons.wikimedia.org/Mehr News Agency)

    Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Laksamana Muda Ali Ozmaei, mengatakan tanker minyak berbendera Togo dengan nama Trend diserang setelah mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal pada Kamis (17/9/2026), dilansir Tasnim News.Ā 

    "Semalam, kapal tanker Trend yang melanggar aturan, yang mengibarkan bendera Togo, mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal atas hasutan dan tipu daya militer AS yang membunuh anak-anak. Kapal itu tertembak dan dihentikan setelah kebakaran terjadi di dalamnya," ujar Ozmaei pada Jumat (18/9) pagi.Ā 

    "Angkatan Laut IRGC sekali lagi memperingatkan bahwa pelayaran ilegal melalui Selat Hormuz tidak akan menghasilkan konsekuensi lain selain penghancuran kapal yang melanggar," tegasnya.Ā 

    Pada hari yang sama, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan insiden keamanan sekitar 16 mil laut (30 km) di timur laut Kota Khasab, Oman. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan belum ada dampak lingkungan yang dikonfirmasi. Dilansir CBS News, belum diketahui apakah insiden tersebut berkaitan dengan tanker Trend yang diklaim diserang IRGC.Ā 

    Hanya tiga kapal pengangkut komoditas terdeteksi melintasi Selat Hormuz pada Rabu (16/9), turun dari 12 kapal sehari sebelumnya. Dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengutip juru bicara United States Central Command (CENTCOM) yang menyatakan lalu lintas komersial masih berlangsung dan membantah bahwa Iran menguasai selat tersebut.Ā 

  3. 3. Trump klaim Iran ingin segera capai kesepakatan denganĀ AS

    Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei
    Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei (commons.wikimedia.org/Erfan Kouchari)

    Dilansir Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump mengatakan "semoga" perang dengan Iran telah mendekati akhir pada Rabu (16/9). Ia juga mengeklaim sudah menjalin komunikasi dengan pihak Iran dan berujar Teheran ingin mencapai kesepakatan. Namun, Iran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan baru dengan Washington.Ā 

    Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan tidak akan ada pembicaraan hingga syarat Iran dipenuhi. Mantan diplomat Iran, Abbas Khameyar juga meragukan klaim Trump. Menurutnya, aktivitas diplomatik Iran belum bergerak di luar kerangka yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.Ā 

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendorong Iran dan AS tetap rasional, menahan diri, kembali pada kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pada Juni, serta melakukan konsultasi substantif. Wang juga mendesak semua pihak mengambil langkah efektif untuk segera membuka kembali Selat Hormuz demi menjaga stabilitas transportasi energi internasional dan rantai pasok.Ā 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More