Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Diminta Guatemala Bantu Lawan Organisasi Kriminal
Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo. (Gobierno de Guatemala, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Guatemala Bernardo Arevalo meminta bantuan AS untuk melawan organisasi kriminal, namun menegaskan tidak ada pasukan AS yang akan ditempatkan di negaranya.
  • Kementerian Pertahanan AS menyatakan komitmen melanjutkan kerja sama regional dalam memerangi penyelundupan narkoba dan memperkuat keamanan di kawasan Amerika.
  • Pemerintah Guatemala berencana mempererat hubungan dagang dengan AS, berharap menarik investasi besar dan menjadikan negaranya gerbang ekonomi di Amerika Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo meminta bantuan dari Amerika Serikat (AS) untuk ikut melawan organisasi kriminal di negaranya. Pernyataan ini setelah dialog antara Arevalo dengan Menteri Perang AS, Pete Hegseth. 

Dalam setahun terakhir, AS sudah mengupayakan pemberantasan penyelundupan narkoba di Amerika Latin. Sebelumnya, Ekuador sudah menyetujui pengiriman tentara AS ke negaranya untuk membantu melawan geng kriminal.

1. Arevalo bantah masuknya tentara AS di Guatemala

ilustrasi bendera Guatemala (unsplash.com/gonesau)

Menanggapi pernyataan ini, Arevalo mengklarifikasi kembali bantuan AS ke Guatemala tersebut. Presiden Guatemala tersebut memastikan bahwa tidak akan ada militer AS di tanah Guatemala dan hanya berupa kolaborasi. 

“Tidak ada perjanjian antara AS dan Guatemala. Memang ada permintaan dan permintaan itu hanya ada dalam perjanjian yang sudah disetujui oleh kedua negara,” terangnya, dikutip dari The Hill, Selasa (2/6/2026). 

Arevalo menambahkan, keputusan dari pemerintah saat ini sesuai dengan hukum dan konstitusi di Guatemala. Menurutnya, kolaborasi dengan AS ini sebatas latihan dan pasokan peralatan tempur. 

2. AS akan lanjutan perlawanan terhadap penyelundupan narkoba

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Pada saat yang sama, Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS, Joel Valdez mengatakan bahwa institusinya tidak akan berspekulasi soal masa depan. namun, AS akan terus melanjutkan perlawanan terhadap penyelundupan narkoba. 

“Kemhan AS akan terus bekerja sama dengan negara di Benua Amerika untuk memperkuat akuntabilitas dan secara kolektif dalam operasi pencegahan. Kami akan bekerja untuk rekanan terpercaya dalam mempertahankan negara dan mengamankan seluruh benua,” tuturnya, dikutip dari CNN.

3. Guatemala ingin memperkuat hubungan dagang dengan AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cscreates)

Sementara itu, pemerintah Guatemala mengungkapkan rencana untuk memperkuat hubungan dengan AS. Negara Amerika Tengah tersebut mengharapkan investasi besar dari AS sebagai rekan strategis dan sekutu utama di kawasan. 

Sejumlah pihak dari Dewan Bisnis AS-Guatemala mengatakan bahwa sejumlah perusahaan di AS tertarik untuk berinvestasi di Guatemala. Menurutnya, Guatemala dapat menjadi gerbang di Amerika Tengah yang terletak di antara Pelabuhan Manzanillo, Meksiko, dan Terusan Panama.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article