Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ikuti El Salvador, Guatemala Bakal Bangun Penjara Raksasa

Ikuti El Salvador, Guatemala Bakal Bangun Penjara Raksasa
Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo. (Gobierno de Guatemala, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengumumkan pembangunan penjara raksasa keamanan maksimum untuk menampung anggota geng kriminal, sebagai langkah menghadapi krisis keamanan nasional.
  • Penjara dibangun di Morales, Izabal, di atas lahan sitaan dari penyelundup narkoba dan mampu menampung lebih dari dua ribu narapidana berisiko tinggi dengan sistem pengawasan ketat.
  • Pemerintah memastikan penjara mengikuti standar hak asasi manusia internasional, sementara proyek ini menjadi respons atas peningkatan 10 persen kasus pembunuhan akibat aktivitas geng pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo resmi mengumumkan pembangunan penjara raksasa keamanan maksimum di negaranya. Penjara tersebut digunakan untuk menampung anggota geng kriminal. 

“Pembangunan penjara ini adalah kemenangan, sebuah kemenangan atas kriminalitas, kemenangan atas kejahatan, kemenangan atas penegakan hukum terhadap organisasi kriminal,” tuturnya, dikutip dari Europa Press, Senin (30/3/2026). 

Pada Januari, Guatemala dilanda krisis keamanan usai serangan balasan geng kriminal. Alhasil, pemerintah setempat menetapkan status siaga untuk memastikan keamanan di negara Amerika Tengah tersebut. 

1. Penjara didirikan di lahan sitaan dari geng kriminal

Lokasi penjara raksasa ini terletak di Morales, Departemen Izabal, sekitar 290 km utara Guatemala City. Penjara ini dibangun di atas lahan pertanian sitaan dari penyelundup narkoba yang sudah diekstradisi ke Amerika Serikat (AS). 

Dilansir The Tico Times, penjara ini disebut akan mampu menampung lebih dari 2 ribu narapidana berisiko tinggi yang mayoritas adalah geng kriminal. Keberadaan penjara ini penting untuk menegakkan kontrol penjara dari bos geng kriminal yang mengatur aksinya di balik jeruji besi. 

2. Sebut penjara raksasa di Guatemala ikuti standar internasional

Menteri Pertahanan Guatemala, Henry Saenz mengatakan bahwa personel teknis tentara akan dikerahkan untuk ikut membangun penjara raksasa ini. Diperkirakan penjara ini akan selesai dalam waktu 1 tahun. 

Penjara ini disebut tidak mengikuti model penjara di kawasan lainnya. Namun, penjara ini akan mengikuti standar hak asasi manusia internasional dan mengikuti proses hukum dibanding penahanan massal. 

Fasilitas penjara ini disebut akan memiliki 12 bangunan khusus dan sistem pengawas permanen. Bangunan itu didesain untuk mengisolasi pelaku kekerasan sembari menghormati kerangka hukum. 

3. Kasus kekerasan di Guatemala meningkat

Pembangunan penjara ini sebagai jawaban atas meningkatnya kasus kekerasan dan pembunuhan di Guatemala. Pada 2025, kasus pembunuhan di Guatemala meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu. 

Dilansir Insight Crime, terdapat 3.139 kasus pembunuhan pada 2025 atau naik 270 kasus dibanding tahun sebelumnya. Sementara, kasus pembunuhan ini didorong oleh maraknya aktivitas geng kriminal di negara Amerika Tengah tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More