Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Izinkan Kapal Rusia Kirim Minyak ke Kuba
ilustrasi Kapal tanker Rusia. (unsplash.com/naletu)
  • Presiden AS Donald Trump mengizinkan kapal tanker Rusia mengirim minyak ke Kuba, menegaskan tidak akan memaksakan blokade energi terhadap negara tersebut.
  • Kapal Rusia Anatoli Kolodkin membawa 100 ribu ton minyak mentah tiba di Pelabuhan Matanzas, menjadi pengiriman pertama dalam tiga bulan terakhir.
  • Krisis energi akibat blokade AS membuat kondisi di Kuba memburuk, dengan rumah sakit kekurangan pasokan hingga membatalkan operasi dan perawatan penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS). Donald Trump mengatakan tidak akan memaksa blokade minyak ke Kuba. Ia mengizinkan kapal tanker Rusia untuk mengirimkan minyak ke Kuba. 

“Kami punya kapal tanker di sana. Kami tidak mempermasalahkan seseorang untuk mengirimkan minyak ke sana karena mereka (Kuba) memang membutuhkannya. Mereka harus bertahan. Jika ada negara yang ingin mengirimkan minyak ke Kuba saat ini tidak masalah,” ungkapnya, dikutip dari The Latin Times, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, Rusia sudah mengumumkan pengiriman dua kapal tanker ke Kuba. Langkah ini sebagai bantuan kemanusiaan ke negara Karibia itu yang dilanda krisis energi imbas blokade AS. 

1. Kapal Rusia mengangkut 100 ribu ton minyak mentah tiba di Kuba

Kapal Rusia, Anatoli Kolodkin diketahui sudah membawa sekitar 100 ribu ton minyak mentah. Kementerian Transportasi Rusia menyebut bahwa ini adalah pengiriman pertama dalam 3 bulan terakhir. 

“Kapal tersebut saat ini masih menunggu proses bongkar muatan setelah tiba di Pelabuhan Matanzas, Kuba,” tuturnya, dilansir dari EFE

Sebagai informasi, kapal Anatoli Kolodkin dimiliki oleh perusahaan Sovkomflot yang masuk dalam sanksi AS. Kapal itu telah berlayar meninggalkan Pelabuhan Primorsk di Rusia pada 9 Maret lalu. 

2. Rusia pastikan akan kirimkan tambahan bantuan ke Kuba

Pada saat yang sama, Kremlin memastikan bahwa Rusia akan terus menyuplai bantuan ke Kuba. Moskow menyebut bahwa Havana adalah sekutu terdekatnya yang harus dibantu. 

“Tentu saja, Rusia memiliki tugas untuk tidak memihak sebelah dan menawarkan bantuan kepada rekan di Kuba. Situasi buruk yang dialami warga Kuba tidak bisa membuat kami menutup mata begitu saja. Maka kami akan melanjutkan bantuan ini,” terang Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

3. Kondisi di Kuba semakin memburuk imbas krisis energi

Blokade AS ke Kuba dalam 3 bulan terakhir membuat situasi kian memburuk. Beberapa dokter mengatakan bahwa beberapa pasien sekarat imbas dari kelangkaan energi. 

“Saya tidak bisa berkata seberapa banyak yang tewas, tapi saya yakin jumlahnya lebih dari periode yang sama tahun lalu,” ungkap Kepala Anestesiologi di rumah sakit di Havana, Alioth Fernandez.  

Terdapat laporan sejumlah rumah sakit terpaksa membatalkan operasi dan mengirimkan pasien ke rumah karena dokter tidak dapat pergi ke rumah sakit. Bahkan, rumah sakit juga tidak dapat menyediakan kemoterapi dan cuci darah imbas krisis energi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team