Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Kapal Bantuan dari Meksiko Tiba di Kuba

- Dua kapal bantuan dari Meksiko yang sempat hilang akhirnya tiba di Havana dengan selamat, membawa sembilan awak termasuk seorang anak berusia empat tahun.
- Perjalanan kapal terhambat cuaca buruk namun berhasil dikawal Angkatan Laut Meksiko; konvoi Nuestra América tetap fokus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kuba.
- Blokade minyak Amerika Serikat sejak Januari 2026 memicu krisis energi dan ekonomi di Kuba, membuat jutaan warga hidup tanpa listrik dan mengundang peringatan PBB.
Jakarta, IDN Times - Dua perahu layar yang membawa bantuan kemanusiaan dari Meksiko menuju Kuba akhirnya tiba dengan selamat di Havana pada Sabtu (28/3/2026) setelah sempat dilaporkan hilang. Sembilan awak dari berbagai negara, termasuk seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, juga dalam keadaan sehat walafiat.
Perahu layar Friendship dan Tigger Moth berangkat dari Pulau Mujeres di Meksiko selatan pada 20 Maret 2026 dan diperkirakan tiba di ibu kota Kuba, Havana, pada Selasa atau Rabu (24-25/3/2026). Namun, perahu-perahu tersebut gagal mencapai tujuan sesuai jadwal dan dilaporkan hilang pada Kamis (26/3/2026) setelah kehilangan komunikasi dengan pihak berwenang Meksiko, sehingga memicu operasi pencarian dan penyelamatan.
Kedua perahu tersebut merupakan bagian dari konvoi Nuestra América, sebuah koalisi yang terdiri dari sekitar 300 organisasi dari berbagai negara yang menyalurkan bantuan ke Kuba, yang tengah dilanda krisis akibat blokade Amerika Serikat (AS). Bantuan yang dikirim meliputi makanan, obat-obatan, panel surya, dan sepeda. Aksi ini terinspirasi oleh Sumud Global Flotilla yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza pada 2025.
1. Perjalanan terhambat akibat cuaca buruk

Pada Sabtu, Angkatan Laut Meksiko mengatakan kedua perahu layar tersebut terlihat oleh pesawat sekitar 148 kilometer sebelah barat laut Havana. Sebuah kapal Meksiko kemudian dikerahkan untuk mengawal perahu-perahu tersebut hingga sampai ke tujuan.
Adnaan Stumo, koordinator konvoi Nuestra América, mengatakan bahwa perjalanan mereka terhambat akibat kondisi cuaca buruk. Ia menambahkan bahwa para awak sama sekali tidak khawatir selama perjalanan, tetapi mereka bersyukur Angkatan Laut Meksiko datang untuk mencari mereka.
“Kami tidak pernah berada dalam bahaya nyata. Ini bukanlah perjalanan yang sulit. Ini hanya perjalanan memutar. Kami sangat senang bisa mendatangkan kru dari berbagai negara yang menunjukkan solidaritas dan dukungan bagi rakyat Kuba dalam menghadapi blokade kriminal ini,” ungkapnya, dikutip dari DW.
2. Koordinator konvoi apresiasi bantuan pihak berwenang Meksiko dan Kuba

James Schneider, direktur komunikasi Progressive International yang membantu mengoordinasikan konvoi Nuestra América ke Kuba, juga berterima kasih kepada pihak berwenang Meksiko dan Kuba atas bantuan mereka. Ia mengaku lega setelah mendengar kabar bahwa perahu dan para awak dalam keadaan aman.
“Awak kapal selamat, dan kapal melanjutkan perjalanan ke Havana. Konvoi tersebut tetap berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan misinya – mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan kepada rakyat Kuba," katanya pada Sabtu pagi, dikutip dari NBC News.
3. Blokade minyak berisiko picu krisis kemanusiaan di Kuba

Presiden AS, Donald Trump, memberlakukan blokade minyak secara de facto terhadap Kuba pada Januari 2026 setelah penangkapan dan penggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Kebijakan ini memicu krisis ekonomi parah di Kuba dan membuat jutaan warganya hidup dalam kegelapan akibat pemadaman listrik total.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan kemungkinan terjadinya krisis kemanusiaan di Kuba, mengingat rumah sakit, sekolah, dan banyak penduduk harus bertahan tanpa listrik untuk jangka waktu yang lama.
“Kami belum menerima setetes bahan bakar pun selama hampir 4 bulan,” keluh Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, dalam wawancara dengan surat kabar Meksiko La Jornada.



















