Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Ngaku Tak Masalah jika Ada Negara Ekspor Minyak ke Kuba

Trump Ngaku Tak Masalah jika Ada Negara Ekspor Minyak ke Kuba
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyatakan tidak keberatan jika negara lain, termasuk Rusia, mengekspor minyak ke Kuba meski embargo AS masih berlaku.
  • Trump sebelumnya memperketat embargo minyak terhadap Kuba, namun kini melonggarkannya karena krisis energi di negara tersebut semakin parah.
  • Embargo ekonomi AS terhadap Kuba telah berlangsung sejak 1960-an dan terus diperkuat kembali selama masa kepemimpinan Trump.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengaku tidak akan mempermasalahkan jika ada negara yang mengekspor minyaknya ke Kuba. Pernyataan ini dilontarkan usai kapal tanker Rusia dikabarkan telah sampai di Kuba pada Minggu (29/3/2026) untuk mengirim minyak

"Jika suatu negara ingin mengirimkan minyak ke Kuba sekarang juga, entah itu Rusia atau bukan, saya tidak masalah dengan itu. Kuba sudah tamat. Mereka memiliki rezim yang buruk,” ujar Trump, seperti dilansir Jerusalem Post pada Senin (30/3/2026).

1. Trump senang jika ada negara yang mengirim minyak ke Kuba

Donald Trump sedang berada di pesawat Air Force One.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Menurut Trump, krisis energi di Kuba yang disebabkan oleh embargo minyak AS kini sudah sangat parah. Imbas embargo tersebut, Kuba kesulitan mendapatkan pasokan minyak sehingga listrik di sana sering padam dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, Trump mengaku sangat senang jika ada negara yang mengirim minyak ke Kuba. Sebab, dengan cara tersebut, krisis energi di sana bisa segera teratasi. 

“Mereka (Kuba) memiliki kepemimpinan yang sangat buruk dan korup. Apakah mereka mendapatkan minyak atau tidak, itu tidak akan berpengaruh. Saya lebih suka membiarkannya (kapal minyak) masuk, entah itu dari Rusia atau siapa pun. Sebab, rakyat (Kuba) membutuhkan pemanas dan pendingin (ruangan) serta semua hal lain yang mereka butuhkan," lanjut Trump.

2. Trump pernah melarang negara-negara untuk mengekspor minyak ke Kuba

Kapal tanker minyak.
ilustrasi ekspor minyak menggunakan kapal tanker (pexels.com/Alexander Bobrov)

Sikap ini menunjukkan bahwa Trump kini sudah benar-benar melonggarkan embargo minyak terhadap Kuba. Ini sesuai dengan keputusan yang sudah ditetapkan Trump pada Februari lalu 2026. Saat itu, Trump memutuskan untuk melonggarkan embargo minyak Kuba karena krisis energi di negara tersebut makin parah. 

Sejak menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump memang  makin memperketat kebijakan embargo minyak ke Kuba. Ia sangat vokal melarang negara-negara di dunia untuk mengekspor minyaknya ke negara tersebut. Pada Januari lalu, Trump bahkan mengancam akan memberi tarif dagang tinggi kepada negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba. 

Menurut keterangan Gedung Putih, langkah ini dilakukan karena Kuba diduga berafiliasi dengan Rusia, Hamas, dan Hizbullah. Ketiga pihak tersebut punya hubungan kurang baik dengan AS. Oleh karena itu, Trump ingin negara-negara di dunia menyetop suplai minyak ke Kuba guna menghancurkan ekonomi mereka. 

3. Embargo ekonomi AS ke Kuba sudah terjadi sejak 1960-an

Embargo.
ilustrasi embargo (unsplash.com/Sandy Millar)

Sebagai informasi, embargo ekonomi AS terhadap Kuba sudah terjadi sejak 1960-an. Saat itu, embargo dijatuhkan untuk menghukum Kuba dan presiden mereka, Fidel Castro. Sebab, Kuba saat itu melakukan revolusi yang dianggap merugikan AS.  

Sejak Trump mulai menjabat lagi sebagai presiden, Negeri Paman Sam makin gencar melakukan embargo terhadap Kuba, terutama untuk produk energi seperti minyak.  Langkah ini dilakukan agar AS bisa menjatuhkan Pemerintahan Kuba yang dianggap tidak becus mengurus negara.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More