Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Kirim Bantuan Militer Lindungi Fasilitas Migas Saudi dan Qatar
potret rudal (pexels.com/Михаил Крамор)
  • AS mengirim baterai rudal Patriot tambahan ke Arab Saudi dan Qatar pada September untuk melindungi fasilitas migas dari potensi serangan jika konflik dengan Iran berlanjut.
  • Presiden Donald Trump mengancam melanjutkan perang apabila Iran tidak menyetujui syarat perdamaian AS; Washington membutuhkan wilayah udara dan pangkalan di Saudi serta Qatar.
  • Ketegangan AS-Iran sedang mereda setelah bentrokan awal September, tetapi Trump menolak proposal Iran soal pembukaan Selat Hormuz, pencabutan blokade pelabuhan, dan negosiasi nuklir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mengirim bantuan militer ke Arab Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas minyak dan gas (migas) yang ada di kedua negara tersebut. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh Axios berdasarkan informasi dari dua pejabat AS anonim pada Jumat (2/10/2026). 

Dalam laporannya, Axios menjelaskan, bantuan militer ini terdiri dari baterai rudal patriot tambahan. Menurut keterangan dua pejabat AS tadi, baterai tersebut sudah dikirim ke Arab Saudi dan Qatar pada September lalu. Baterai-baterai itu digunakan untuk mengoperasikan rudal patriot untuk melindungi fasilitas migas milik Riyadh dan Doha jika AS kembali perang melawan Iran.

1. Donald Trump berencana melanjutkan perang lawan Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Pejabat AS tadi menambahkan, pengiriman bantuan ini merupakan komitmen Presiden Donald Trump untuk melindungi fasilitas migas Arab Saudi dan Qatar. Sebab, ia khawatir fasilitas migas di kedua negara tersebut terkena serangan jika AS dan Iran kembali berperang. 

Pada Kamis (1/10/2026) kemarin, Trump mengatakan dirinya akan melanjutkan perang dengan Iran jika Teheran tidak kunjung menyepakati perdamaian dengan AS. Sebab, hingga saat ini, Iran masih enggan menyetujui semua syarat damai yang diberikan oleh Negeri Paman Sam. 

2. Trump butuh wilayah udara Arab Saudi dan Qatar untuk lanjut perangi Iran

ilustrasi serangan udara menggunakan jet tempur (pexels.com/I Bautista)

Trump sendiri membutuhkan wilayah udara Arab Saudi dan Qatar jika nanti AS benar-benar melanjutkan perang dengan Iran. Wilayah udara Riyadh dan Doha berfungsi sebagai jalur serangan ke Iran. Terlebih, AS juga punya pangkalan militer di kedua negara tersebut yang sering digunakan untuk menggempur Teheran. 

“Sekarang, saya harus mengambil keputusan. Iran menandatangani kesepakatan itu, atau kesepakatan itu tidak akan ada lagi,” kata Trump kepada awak media di South Lawn dalam perjalanan ke Oklahoma, seperti dilansir The Hill.

3. Perang AS dan Iran sedang mereda

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Saat ini, perang antara AS dan Iran sedang mereda. Kedua negara terakhir kali terlibat bentrokan pada awal September lalu. Ketika itu, AS menyerang alat peluncur rudal Iran yang ada di Pulau Larak, salah satu pulau Iran di Selat Hormuz. Pusat Komando (CENTCOM) militer AS kala itu mengatakan, serangan ini dilakukan karena Iran ketika itu sedang bersiap meluncurkan serangan rudal ke Selat Hormuz.  

Pada pekan lalu, Iran sudah mengajukan proposal baru ke AS yang berisi pembukaan Selat Hormuz. Iran Iran menjelaskan, upaya ini akan memakan waktu selama kurang lebih 4 sampai 5 hari. Setelah itu, baru Iran akan membuka Selat Hormuz pada hari ke-6 atau ke-7. Sebagai gantinya, Washington harus membuka blokade terhadap semua pelabuhan milik Teheran. Setelah itu, Iran juga bersedia melanjutkan negosiasi dengan AS terkait program senjata nuklir mereka. 

Sayangnya, proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh Trump. Sebab, ia menganggap apa yang ditawarkan Iran dalam proposal terbarunya tidak cukup untuk AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article