Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (U.S. Secretary of Defense, Public domain, via Wikimedia Commons)
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan bahwa militer AS mampu merotasi kapal perang di kawasan Teluk secara berkala. Rotasi ini akan memastikan blokade laut dapat berlangsung selama yang dibutuhkan oleh pemerintah AS.
AS berencana mengirim kapal induk USS George Washington ke Timur Tengah untuk memperkuat blokade. Kapal induk ini akan menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah bertugas di kawasan tersebut selama lebih dari 250 hari.
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengalihkan rute 59 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, dan menaiki dua kapal lainnya saat menegakkan blokade. Selain itu, CENTCOM membentuk gugus tugas drone tempur baru bernama Task Force Falcon Strike untuk mendukung operasi maritim tersebut.
"Angkatan Laut AS dapat mempertahankan blokade seperti itu tanpa batas waktu karena kami akan secara bergantian mengerahkan kapal-kapal seperti yang telah dan akan terus kami lakukan," kata Hegseth pada Kamis (13/8/2026), dilansir Anadolu Agency.