AS Mengutuk Keras Serangan Houthi yang Menargetkan Arab Saudi

- AS mengecam keras serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan banyak warga sipil, termasuk seorang warga AS.
- Menteri Luar Negeri Marco Rubio mendesak penghentian segera serangan Houthi, menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
- Di Dewan Keamanan PBB, AS menuntut Houthi menghentikan serangan dan Iran menghentikan dukungan, sambil berkomitmen menjaga stabilitas serta kebebasan navigasi regional.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (10/10/2026) mengecam keras serangan terkini kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Serangan di fasilitas bandara tersebut merenggut banyak korban jiwa tak berdosa, termasuk seorang warga negara AS.
Dilansir Anadolu Agency, kecaman tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebut serangan itu tindakan tercela dan mendesak agar dihentikan saat ini juga. Kecaman ini menyusul pernyataan AS sebelumnya pada Jumat (9/10/2026) yang mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan bandara Arab Saudi, sekaligus menyerukan Iran menghentikan dukungannya terhadap kelompok Yaman tersebut.
1. Pernyataan Marco Rubio terkait serangan di bandara Riyadh

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (Embassy of the United States of America to Italy, Public Domain, via Wikimedia Commons) Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kecaman keras pemerintahannya melalui perusahaan media sosial asal AS, X, pada Sabtu (10/10/2026). Rubio mengecam rangkaian serangan terkini Houthi terhadap Arab Saudi. Dia menegaskan bahwa kecaman itu mencakup, "serangan hari ini di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang merenggut banyak korban jiwa tak berdosa, termasuk seorang warga negara Amerika."
Rubio menyebut serangan-serangan tersebut sebagai hal yang tercela dan mendesak agar aksi itu dihentikan sekarang. Selain menyampaikan kecaman, dia menyatakan solidaritas AS terhadap Riyadh dan rakyat Arab Saudi. Rubio juga menyampaikan belasungkawa kepada pihak yang kehilangan nyawa dalam serangan tersebut beserta seluruh keluarga mereka.
2. Komentar Donald Trump mengenai kemampuan tentara Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan mengenai rangkaian serangan kelompok Houthi yang terjadi belakangan ini. Trump menggambarkan serangan-serangan terkini tersebut sebagai hal yang "sangat buruk" dan menyebutnya sebagai "perkara mengerikan". Tanggapan tersebut disampaikan langsung oleh dia kepada jurnalis di Pangkalan Bersama Andrews (Joint Base Andrews).
Dalam keterangannya di hadapan awak media, Trump turut menyinggung kemampuan dari pasukan militer Arab Saudi. Dia menyebut orang-orang Arab Saudi sebagai pejuang yang baik. Trump menambahkan keterangan bahwa tentara Arab Saudi "mampu membela" diri mereka sendiri.
3. Sikap AS terhadap ancaman Houthi di Dewan Keamanan PBB

ilustrasi bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (Makaristos, Public Domain, via Wikimedia Commons) Sebelumnya pada Jumat (9/10/2026), Wakil Utusan AS untuk PBB Jeff Bartos menyatakan bahwa AS sangat prihatin terhadap eskalasi berkelanjutan oleh teroris Houthi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB. Bartos mengutip serangan rudal Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sebagai contoh nyata dari ancaman kelompok tersebut. Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Bartos menuduh Houthi bertindak sebagai instrumen Teheran yang merusak stabilitas regional, mengancam navigasi maritim, serta meneror warga sipil.
Bartos menyampaikan tuntutan resmi Washington agar kelompok Houthi segera menyudahi seluruh aksi penyerangan mereka. "Kami menuntut agar Houthi menghentikan serangan mereka terhadap pemerintah sah Yaman dan Arab Saudi, dan kami menuntut agar Iran menghentikan semua dukungan kepada Houthi," tutur Bartos. Dia menegaskan AS berdiri teguh bersama Arab Saudi dan pemerintah Yaman dalam mempertahankan kedaulatan serta memulihkan stabilitas.
Bartos juga menegaskan kembali komitmen Washington untuk terus bekerja sama dengan mitra regional dan internasional. Kerja sama tersebut difokuskan untuk melawan ancaman Houthi serta melindungi hak dan kebebasan navigasi. Upaya bersama itu ditujukan guna mendorong terwujudnya stabilitas jangka panjang di seluruh kawasan.
























