Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa (kiri), sedang bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (kanan), Donald Trump, di Gedung Putih, Washington D.C., pada 10 November 2025. (truthsocial.com/@realDonaldTrump)
Semua kebijakan ini menunjukkan hubungan AS dan Suriah yang makin harmonis. Ini tentu berbeda dengan era Al-Assad di mana hubungan Washington dan Damaskus diwarnai banyak ketegangan dan konflik. Kedekatan hubungan antara AS dan Suriah ini sebetulnya bermula ketika Ahmed Al-Sharaa naik tahta menjadi presiden untuk menggantikan Al-Assad. Sebab, ia dikudeta dari jabatannya pada akhir 2024 silam. Pada awal 2025, Al-Sharaa lantas resmi menjadi Presiden Suriah.
Sejak Al-Sharaa menjabat, banyak negara yang mulai menormalisasi hubungannya dengan Suriah, termasuk AS. Sebab, Trump menganggap Al-Sharaa bisa membawa Suriah menjadi negara yang lebih sejahtera, aman, damai, dan tentram. Inilah yang lantas membuat AS mulai melonggarkan berbagai sanksi yang dahulu diterapkan ke Suriah saat masih di bawah tampuk kepemimpinan Al-Assad.
Pada Agustus lalu, AS juga resmi mencopot Suriah dari daftar negara sponsor teroris. Dilansir BBC, kebijakan ini diambil oleh Trump karena dirinya menganggap Al-Sharaa akan membawa Suriah menjadi negara yang aman dari kelompok teroris.