Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ledakan Dahsyat Gudang Senjata Suriah Tewaskan 11 Prajurit

2 min read
Ledakan Dahsyat Gudang Senjata Suriah Tewaskan 11 Prajurit
ilustrasi ledakan (pexels.com/Edu Raw)
  • Ledakan gudang senjata SAA di Ayyash, Deir Az Zor, menewaskan 11 prajurit dan melukai sembilan lainnya saat amunisi berat dipindahkan; penyebabnya masih diselidiki.
  • Pemakaman 11 prajurit digelar di Deir Az Zor, sementara sembilan korban luka menjalani perawatan intensif dan Kementerian Pertahanan Suriah berkomitmen mengusut insiden.
  • Insiden ini menjadi ledakan fasilitas militer kedua dalam kurang dari dua pekan, di tengah bahaya sisa amunisi perang dan upaya pemerintah mengamankan lokasi dari warga sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Sebanyak 11 prajurit Syrian Arab Army (SAA) tewas akibat ledakan besar yang menghantam gudang senjata di Kota Ayyash, Deir Az Zor, pada Jumat (18/9/2026). Kementerian Pertahanan Suriah mengonfirmasi insiden tersebut dan melaporkan sembilan personel lainnya mengalami luka-luka. Tim darurat dan keamanan setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan area serta mencari korban.

Kantor berita resmi SANA, seperti dikutip Al Jazeera, melaporkan ledakan melanda fasilitas penyimpanan senjata di dalam posisi SAA. Sementara itu, penyiar negara Al Ikhbiriya menyebut para prajurit gugur saat memindahkan amunisi berat di lokasi kejadian. Otoritas setempat menyatakan penyebab pasti insiden tersebut masih berada dalam proses penyelidikan resmi.

  1. 1. Pemakaman 11 prajurit Suriah digelar di Deir Az Zor

    ilustrasi makam
    ilustrasi makam (pexels.com/RDNE Stock project)

    Prosesi pemakaman 11 prajurit yang gugur dilaksanakan di luar Rumah Sakit Nasional Deir Az Zor pada Sabtu (19/9/2026). Siaran Al Ikhbiriya menayangkan momen pelepasan jenazah yang dibalut bendera nasional dan dihadiri oleh para pelayat.

    Pemerintah provinsi melaporkan bahwa sembilan korban luka telah mendapat perawatan medis intensif. Pihak Kementerian Pertahanan Suriah menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas penyebab utama timbulnya ledakan tersebut.

  2. 2. Ledakan fasilitas militer Suriah berulang di sejumlah wilayah

    ilustrasi ledakan
    ilustrasi ledakan (pexels.com/Edu Raw)

    Insiden di Deir Az Zor menjadi ledakan fasilitas militer kedua di Suriah dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Sebelumnya, ledakan di Sarmada menewaskan 14 prajurit dan melukai lebih dari 10 orang, menurut laporan Al Jazeera. Selain itu, Xinhua melaporkan ledakan lain di depo amunisi dekat al-Dumayr yang tidak menimbulkan korban jiwa.

    Rentetan insiden ini berkaitan erat dengan bahaya penanganan sisa-sisa amunisi perang yang masih tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah menegaskan bahwa depo tersebut digunakan untuk mengumpulkan sisa senjata sebelum dipindahkan sesuai prosedur standar.

  3. 3. Pemerintah Suriah amankan lokasi sisa munisi

    ilustrasi bendera Suriah (commons.m.wikimedia.org/أبو بكر السوري)
    ilustrasi bendera Suriah (commons.m.wikimedia.org/أبو بكر السوري)

    Provinsi Deir Az Zor yang berbatasan dengan Irak merupakan salah satu medan pertempuran utama selama perang saudara Suriah. Kondisi tersebut meninggalkan banyak material peledak aktif yang terus mengancam keselamatan warga maupun aparat di lapangan.

    Menteri Manajemen Darurat (Mendarmat) Suriah, Raed al-Saleh, memaparkan upaya pemerintah dalam menangani lokasi-lokasi yang masih menyimpan bahaya tersebut. Saleh mengatakan kepada outlet lokal Enab Baladi bahwa kementeriannya bekerja sama dengan badan pemerintah lain untuk menjaga lokasi-lokasi tersebut tetap bersih dari warga sipil.

    Saleh mengakui bahwa upaya pengamanan penuh di beberapa titik masih menghadapi hambatan nyata. Hal ini terjadi karena sebagian warga sipil kerap terlibat dalam proses pengumpulan sisa munisi perang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More