Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/8/2026) secara resmi menetapkan akademisi asal Myanmar berkewarganegaraan AS, Min Zin, sebagai tahanan yang ditahan secara tidak sah oleh China. Langkah diplomatik ini menjadikan upaya pembebasan Min Zin sebagai prioritas utama kebijakan luar negeri Washington.
Keputusan ini diambil menjelang rencana pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Gedung Putih. Sejumlah kelompok hak asasi manusia internasional mendesak China untuk segera membebaskan peneliti tersebut.
