Latvia Akui 1,2 Juta Data Warga Bocor akibat Serangan Siber

- Serangan siber terhadap CSDD Latvia membocorkan data 1,2 juta dari 1,9 juta warga serta 200 ribu perusahaan, sekaligus menghentikan sementara operasional lembaga tersebut.
- PM Andris Kulbergs menyebut serangan berasal dari luar negeri dan memerintahkan investigasi, sambil menyoroti lemahnya keamanan TI di sejumlah institusi pemerintah Latvia.
- CERT.LV memperingatkan kebocoran dapat memicu penipuan identitas; Kepala CSDD Kristians Godins mengundurkan diri, sementara investigasi internal turut menelaah kontrak layanan keamanan siber.
Jakarta, IDN Times - Direktorat Keamanan Lalu Lintas Latvia (CSDD), pada Selasa (18/8/2026), mengatakan bahwa sebanyak 1,2 juta dari total 1, 9 juta warga dan 200 ribu perusahaan Latvia dicuri dalam serangan siber. Masih belum diketahui apa di balik insiden serangan siber tersebut.
Pada akhir pekan, CSDD sudah terdampak serangan siber besar. Alhasil, operasional CSDD terpaksa dihentikan sementara waktu untuk menindaklanjuti dampak serangan siber dan meningkatkan sistem keamanan digital.
1. Kulbergs sebut serangan siber berasal dari luar negeri

ilustrasi website di laptop (unsplash.com/glenncarstenspeters) Perdana Menteri (PM) Latvia, Andris Kulbergs mengatakan bahwa serangan siber berasal dari luar negeri. Ia menginstruksikan pembukaan investigasi untuk mengungkap insiden kebocoran data warga.
“Saya harus mengatakan bahwa saya terkejut oleh lemahnya keamanan IT yang ada di beberapa otoritas dan institusi pemerintahan Latvia,” ungkapnya, dikutip dari DPA International.
Kulbergs mengingatkan adanya dua insiden serangan siber besar yang terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, serangan ini menandai dibutuhkannya keamanan tambahan untuk mencegah serangan siber.
2. Kebocoran data akan bantu para penipu

Ilustrasi laptop (unsplash.com/jstrippa) Wakil Kepala Otoritas Respons Keamanan Siber (CERT.LV), Varis Teivans mengatakan bahwa kebocoran data ini akan mendorong maraknya penipuan. Sebab, kebocoran data pribadi akan membuat penipu dapat menggunakan identitas orang lain.
Teivans memperingatkan agar warga selalu memperhatikan agar tidak mudah percaya pada pesan yang masuk untuk menghindari penipuan. Mereka diharapkan dapat melihat kualitas kata dalam pesan, terutama mengenai kebenaran nama, alamat, dan detail lainnya.
3. Kepala CSDD mengundurkan diri

ilustrasi bendera Latvia (unsplash.com/upmanis) Pada Rabu (19/8/2026), Kepala CSDD, Kristians Godins memutuskan mundur dari jabatannya. Ia sudah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Menteri Transportasi Latvia, Rihards Kozlovskis.
Dilansir LSM, Kozlovskis sudah membuka investigasi internal untuk melihat semua situasi terkini dan siapa yang bertanggung jawab dalam serangan siber ini. Investigasi ini nantinya akan menguji kontrak CSDD dengan SIA yang menyediakan layanan keamanan siber.




















