AS Serang Kapal Iran di Teluk Oman, Semua Awak Dievakuasi

- CENTCOM mengklaim menghancurkan kapal layar tradisional berafiliasi Iran di Teluk Oman pada 6 Oktober 2026, setelah kapal itu diduga mengawasi dan menargetkan kapal Angkatan Laut AS.
- Serangan dilakukan dengan dua rudal dari udara yang dibantu dua helikopter. Seluruh awak kapal telah ditangkap, diamankan sebelum serangan, dan sedang diproses untuk dipulangkan.
- AS menduga kapal terkait IRGC, di tengah ketegangan soal serangan di perairan regional dan klaim penguasaan Selat Hormuz yang ditolak CENTCOM.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menyerang kapal layar tradisional yang berafiliasi dengan Iran di Teluk Oman. Serangan tersebut dilakukan oleh Komando Tengah (CENTCOM) militer AS pada Rabu (6/10/2026) pekan lalu. Namun, upaya tersebut baru diumumkan pada Kamis (15/10/2026).
CENTCOM menjelaskan, serangan ini dilakukan karena kapal tersebut berupaya menyerang kapal militer AS yang sedang berlayar di sekitar Teluk Oman. Dalam sebuah video yang dirilis CENTCOM di X, terlihat bahwa serangan dilakukan menggunakan 2 rudal yang ditembakkan dari udara menggunakan bantuan 2 helikopter. Kapal tersebut langsung hancur lebur usai terkena rudal tersebut.
1. Semua awak kapal sudah dievakuasi sebelum serangan
CENTCOM menjelaskan, seluruh awak kapal kini sudah diamankan. Sebab, sebelum melakukan serangan, pihaknya sudah terlebih dahulu menangkap dan menahan mereka. Mereka selanjutnya akan direpatriasi atau dipulangkan lagi ke negara asalnya masing-masing.
"Kapal tersebut menjadi sasaran setelah teramati melakukan pengawasan dan menargetkan kapal-kapal Angkatan Laut AS di Teluk Oman. Para awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum kapal layar itu hancur. Upaya pemulangan saat ini sedang berlangsung," jelas CENTCOM.
2. Kapal diduga berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran

potret kapal milik IRGC (commons.wikimedia.org/NAVCENT Public Affairs) CENTCOM menduga Kapal tersebut berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Sebab, selama tujuh bulan terakhir ini, IRGC sering berupaya menyerang pasukan AS di perairan Timur Tengah, seperti di Selat Hormuz dan perairan dekat Teluk Oman. Selain itu, IRGC juga kerap menyerang kapal-kapal komersial yang berlayar di Selat Hormuz.
Serangan IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz tadi membuat konflik antara AS dan Iran semakin memanas. Sebab, setiap milisi tersebut melakukan serangan, militer AS pasti membalas sehingga aksi saling serang tidak bisa dihindarkan.
3. IRGC mengklaim menguasai Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency) IRGC sendiri mengklaim pihaknya saat ini masih menutup dan menguasai Selat Hormuz. Oleh karena itu, mereka sering menahan bahkan menyerang kapal-kapal yang melanggar blokade di sana. Sebab, milisi itu telah berulang menjelaskan setiap kapal yang ingin berlayar di selat tersebut harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan mereka.
Di sisi lain, AS menolak keras klaim IRGC soal Selat Hormuz. CENTCOM mengatakan, kontrol selat tersebut saat ini sudah dipegang oleh AS dan negara sekutu di Timur Tengah, bukan lagi oleh IRGC. Oleh karena itu, IRGC sama sekali tidak berhak menahan apalagi menyerang kapal-kapal yang ingin berlayar di sana.
"Komandan angkatan laut IRGC tidak memiliki angkatan laut. Pasukan Amerika dan mitra regional sudah jelas mengendalikan Selat Hormuz," kata CENTCOM di X dikutip Anadolu Agency.






















