ASEAN Buka Peluang Wirausaha Sosial Tembus Pasar Global

ASEAN Foundation menjalankan ASEAN SEDP Elevate untuk mendampingi 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara ASEAN.
Pendampingan mencakup akses pasar, kesiapan investasi, dampak sosial, AI, dan jalur yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Alumni Indonesia su-re.co mengembangkan solusi biogas dan memperluas jangkauan proyeknya ke Sumba.
Jakarta, IDN Times - ASEAN Foundation menggagas program ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) Elevate untuk membantu wirausaha sosial di Asia Tenggara memperluas skala usaha sekaligus mempertahankan dampak sosial dan lingkungan yang mereka hasilkan.
Program tersebut memberikan pendampingan berdasarkan kebutuhan masing-masing wirausaha sosial melalui lima jalur, yakni Market Access, Investment Readiness, Social Impact, AI, dan Custom Track. Sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN terpilih mengikuti program ini.
Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, mengatakan, ASEAN SEDP Elevate merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem regional yang memungkinkan wirausaha sosial memperluas jejaring dan mengakses peluang di luar pasar domestik.
1. Wirausaha sosial didorong tembus pasar ASEAN

ASEAN Foundation menggagas program ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) Elevate. (Dok. ASEAN Foundation) Piti mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi wirausaha sosial di kawasan adalah memperluas skala bisnis tanpa kehilangan dampak sosial yang menjadi tujuan utama usaha mereka.
“ASEAN SEDP merupakan bagian dari komitmen untuk membangun ekosistem ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, di mana wirausaha sosial dapat berkolaborasi dan mengakses peluang di luar pasar domestik mereka,” ujar Piti di Manila, dikutip dari siaran pers resmi ASEAN Foundation, Selasa (22/9/2026).
Melalui ASEAN SEDP Elevate, peserta mendapatkan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Salah satu fokusnya adalah membuka akses terhadap pasar, pembiayaan, investasi, serta jejaring kemitraan yang dapat membantu usaha berkembang.
Pada 21-22 September 2026, para peserta terpilih juga menampilkan produk mereka dalam ASEAN Inclusive Business Forum 2026 di Manila. Forum tersebut mempertemukan mereka dengan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, investor, dan mitra ekosistem dari berbagai negara ASEAN.
2. Gandeng SAP perkuat kemampuan digital dan AI
ASEAN Foundation menggandeng perusahaan teknologi SAP untuk membantu para wirausaha sosial meningkatkan kapabilitas digital. SAP akan memimpin rangkaian Masterclass yang menjadi salah satu bagian utama ASEAN SEDP Elevate.
President and Managing Director SAP Southeast Asia, Liher Urbizu, mengatakan, rangkaian tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dan perangkat AI yang dapat diterapkan dalam kebutuhan bisnis mereka.
“Melalui rangkaian tersebut, para alumni dibekali kapabilitas dan perangkat AI yang aplikatif untuk membantu menjawab berbagai tantangan terkait akses pasar, kesiapan investasi, hingga pengukuran dampak sosial,” kata Liher.
Menurut Liher, pemanfaatan teknologi tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap perangkat digital. Kemampuan dan kepercayaan diri untuk menggunakan teknologi juga diperlukan agar inovasi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Di SAP, kami percaya bahwa transformasi digital yang bermakna dimulai ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menerapkan teknologi dalam menjawab tantangan nyata,” ujar dia.
3. Alumni Indonesia kembangkan biogas di Sumba
Salah satu alumni ASEAN SEDP Elevate dari Indonesia adalah Bianca Angelique, Engineering Officer su-re.co. Melalui program tersebut, Bianca dan timnya mengembangkan solusi biogas untuk menghadirkan alternatif memasak yang lebih bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar.
Bianca mengatakan, jalur Market Access Track membantu timnya memahami target segmen baru, saluran distribusi, mekanisme pembiayaan, serta peluang kemitraan. Pendampingan tersebut melanjutkan manfaat yang sebelumnya mereka dapatkan melalui ASEAN SEDP 4.0, termasuk pendanaan hibah.
“Melalui Market Access Track, kami memperkuat pemahaman mengenai target segmen baru, saluran distribusi, mekanisme pembiayaan, serta peluang kemitraan,” kata Bianca.
Kini, su-re.co memperluas jangkauan ke Sumba melalui proyek Empowering Women and Youth in Sumba Demo Day. Dalam proyek tersebut, teknologi biogas diperkenalkan kepada masyarakat Kadaghu Tana untuk pertama kalinya.
“Melalui ASEAN SEDP Elevate, kami tidak lagi hanya berfokus pada pembuktian bahwa solusi biogas kami dapat diterapkan, tetapi juga mulai membangun model bisnis yang dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas,” ujar dia.
ASEAN Foundation menyebut ASEAN SEDP telah berjalan selama empat tahun dan mendukung 401 wirausahawan dari 100 wirausaha sosial di 10 negara ASEAN. Secara kolektif, solusi yang dikembangkan para peserta disebut telah memberikan manfaat kepada 6.241.157 orang.
Program tersebut juga memiliki fokus inklusivitas. Sebanyak 83 persen wirausaha sosial peserta dipimpin perempuan, sementara 17 wirausaha sosial mempekerjakan penyandang disabilitas, termasuk tujuh usaha sosial yang dipimpin penyandang disabilitas. Lebih dari 65 persen alumni menyatakan program membantu memperkuat kemampuan kepemimpinan strategis, sedangkan lebih dari setengah alumni melaporkan peningkatan pendapatan dan laba sebesar 5 hingga 194 persen.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















