Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aturan Pakaian Perempuan di Afghanistan Diperketat, Ganggu Ekonomi Lokal
Ilustrasi perempuan berhijab (Unsplash.com/Hasan Almasi)
  • Pemerintah Taliban di Herat memperketat aturan berpakaian perempuan sejak Juni 2026, menyebabkan penahanan sejumlah warga yang dianggap melanggar ketentuan hijab di ruang publik.
  • Kebijakan ini membuat aktivitas ekonomi lokal menurun drastis karena perempuan membatasi diri keluar rumah, berdampak pada pendapatan pedagang dan pengemudi becak motor.
  • Penangkapan perempuan memicu unjuk rasa yang berujung bentrokan dengan aparat, menewaskan dua warga dan melukai puluhan orang, sementara PBB menyatakan keprihatinan atas tindakan represif tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Taliban di Kota Herat, Afghanistan bagian barat, memperketat aturan berpakaian bagi perempuan sepanjang Juni hingga Juli 2026. Kebijakan ini diikuti dengan penahanan sejumlah perempuan yang dianggap melanggar aturan hijab di ruang publik.

Dampak pengetatan aturan tersebut kini meluas hingga mengganggu aktivitas ekonomi lokal. Aksi unjuk rasa warga yang menolak kebijakan ini juga berakhir dengan bentrokan melawan aparat keamanan.

1. Penurunan aktivitas ekonomi lokal

Kebijakan kepolisian moral Taliban membuat banyak konsumen perempuan di Kota Herat membatasi aktivitas di luar rumah. Kondisi ini membuat omzet pedagang lokal menurun tajam karena kehilangan sebagian besar pelanggan mereka.

Seorang pemilik toko jahit di Herat menyatakan pasar yang biasanya ramai kini menjadi sepi tanpa kehadiran pembeli perempuan.

"Sejak insiden itu terjadi, pasar menjadi sepi karena tidak ada lagi pembeli perempuan," kata pemilik toko jahit, Ramin Ghafoori, dilansir dari The Straits Times.

Penurunan pendapatan juga dirasakan oleh penyedia jasa transportasi umum, khususnya para pengemudi becak motor lokal.

"Sebelumnya, perempuan bebas bepergian menggunakan becak. Namun, sejak pembatasan berlaku, mereka jarang keluar rumah sehingga kami kehilangan mata pencaharian," ujar pengemudi becak motor, Farshid Karimi.

2. Penangkapan perempuan terkait aturan busana

Polisi moral Taliban melancarkan operasi penertiban sejak awal Juni 2026 di berbagai sudut Kota Herat. Puluhan perempuan ditahan atas tuduhan melanggar kode etik berpakaian karena tidak mengenakan penutup wajah.

"Perempuan di Herat sebenarnya sudah berhijab. Namun, sekarang Taliban mewajibkan kami memakai cadar dan menutupi seluruh wajah," kata seorang warga Herat yang enggan disebutkan namanya.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah penahanan seorang petugas medis perempuan dari organisasi nirlaba internasional saat sedang menuju Rumah Sakit Regional Herat.

Petugas medis tersebut akhirnya dibebaskan setelah ia dan keluarganya menandatangani surat komitmen untuk mematuhi aturan busana yang ditetapkan pemerintah.

3. Dampak bentrokan dalam unjuk rasa

Penangkapan tersebut memicu aksi unjuk rasa warga di wilayah Jebrail untuk menuntut hak kebebasan dan pekerjaan bagi perempuan. Namun, aparat keamanan Taliban membubarkan massa dengan melepaskan tembakan.

Tembakan yang diarahkan ke kerumunan mengakibatkan dua warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Salah satu korban tewas merupakan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.

Misi PBB di Afghanistan menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan represif tersebut serta dampak sosial dari penahanan terhadap perempuan.

"Penahanan perempuan di Afghanistan menimbulkan stigma besar. Hal ini berisiko memicu kekerasan serta pengucilan di dalam keluarga maupun masyarakat," kata Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan, Georgette Gagnon.

Sementara itu, pihak berwenang Taliban membantah laporan mengenai penangkapan perempuan terkait masalah hijab dan menyebut informasi tersebut sebagai rumor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article