Pesawat Kecelakaan di Bahama, 10 Orang Tewas dan Izin Maskapai Dibekukan

- Pesawat Cessna 402 jatuh di Pulau Andros, Bahama, menewaskan 10 orang pada hari kemerdekaan ke-53 negara tersebut setelah dilaporkan mengalami gangguan teknis di udara.
- Pemerintah Bahama membekukan izin operasional maskapai Flamingo Air sebagai langkah pencegahan keselamatan usai dua insiden penerbangan terjadi dalam satu hari.
- Tragedi ini mengubah suasana perayaan kemerdekaan menjadi momen duka nasional, dengan pemerintah menggelar ibadah penghormatan bagi korban termasuk anggota grup musik Da Pond Band.
Jakarta, IDN Times - Sebuah pesawat komersial Cessna 402 jatuh di Kepulauan Bahama pada Jumat (10/7/2026). Peristiwa ini menewaskan 10 orang, tepat pada hari perayaan kemerdekaan ke-53 negara tersebut.
Otoritas setempat langsung menyelidiki kasus ini dan mengirim tim darurat ke lokasi. Menindaklanjuti insiden tersebut, pemerintah mengambil tindakan tegas dengan menghentikan operasional maskapai yang terlibat.
1. Kronologi jatuhnya pesawat Cessna 402 di Pulau Andros
Pesawat bermesin ganda Cessna 402 dengan nomor registrasi C6-FLX lepas landas dari Bandara Internasional Lynden Pindling di Nassau sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Penerbangan domestik ini menuju Bandara San Andros, namun jatuh di kawasan semak-semak.
Sebelum jatuh, pesawat dilaporkan sempat mengalami gangguan teknis di udara. Tim evakuasi menemukan satu korban dalam kondisi kritis di lokasi reruntuhan, namun korban meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.
Kepolisian menyatakan bahwa daftar nama penumpang belum dirilis secara resmi demi menghormati privasi keluarga korban.
"Kami tidak akan merilis daftar resmi penumpang sampai seluruh keluarga korban mendapatkan informasi langsung," kata Komisaris Polisi Shanta Knowles, dilansir CBS News.
2. Pembekuan izin operasional maskapai Flamingo Air
Kementerian Perhubungan Bahama mengambil langkah tegas dengan membekukan izin terbang maskapai lokal Flamingo Air untuk sementara waktu. Keputusan ini menjadi tindakan pencegahan demi keselamatan publik.
Pembekuan izin dilakukan setelah dua insiden keselamatan menimpa maskapai tersebut pada hari yang sama. Beberapa jam sebelum kecelakaan di Andros, pesawat Flamingo Air lainnya mengalami gangguan di udara dan terbakar setelah mendarat di Nassau.
Pemerintah menegaskan bahwa penghentian operasional ini murni merupakan langkah antisipasi keselamatan.
"Pembekuan izin ini murni langkah pencegahan keselamatan, bukan hukuman atas pelanggaran aturan," ujar Menteri Energi, Utilitas, dan Penerbangan Bahama, JoBeth Coleby-Davis.
3. Dampak kecelakaan terhadap perayaan hari kemerdekaan Bahama
Tragedi yang terjadi di hari libur nasional ini mengubah suasana perayaan kemerdekaan. Pemerintah langsung mengalihkan acara perayaan di Clifford Park menjadi ibadah penghormatan bagi para korban.
Sebagian besar korban tewas diketahui merupakan anggota grup musik lokal populer bernama Da Pond Band. Perdana Menteri Bahama menyampaikan rasa duka mendalam atas kehilangan ini.
"Sekali lagi, perjalanan bangsa kita diuji oleh tragedi yang menyedihkan," kata Perdana Menteri Philip Davis.
Pihak oposisi dan pemerintah mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang privasi serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan.
"Di hari yang seharusnya menjadi perayaan bersama, hati kita terasa berat karena berita duka ini," kata Pemimpin Oposisi, Michael Pintard.






















