Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Australia Banjir Permintaan Bantuan Saat Konflik Timur Tengah Meluas
potret bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)
  • Pemerintah Australia mempertimbangkan permintaan bantuan dari negara-negara yang diserang Iran, namun menegaskan tidak akan ikut dalam operasi militer ofensif terhadap Iran.
  • Tiga personel pertahanan Australia berada di kapal selam Amerika Serikat yang menenggelamkan kapal perang Iran, tetapi mereka tidak terlibat langsung dalam serangan tersebut.
  • Australia fokus membantu ribuan warganya yang terjebak di Timur Tengah akibat meningkatnya konflik dan bekerja sama dengan maskapai untuk memulangkan mereka dengan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia menyatakan sedang mempertimbangkan permintaan bantuan dari sejumlah negara yang menjadi sasaran serangan Iran di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah. Meski demikian, Canberra menegaskan tidak akan terlibat dalam operasi militer menyerang Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong pada Minggu (8/3/2026). Ia mengatakan, beberapa negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik dilaporkan turut menjadi target serangan Iran.

Wong menjelaskan, pemerintah Australia menerima permintaan bantuan dari negara-negara tersebut. Namun, keputusan terkait bentuk dukungan masih dalam tahap pertimbangan.

“Kami memiliki banyak negara, yang bukan peserta konflik yang telah diserang Iran melalui situasi ini. Anda dapat memperkirakan sebagai konsekuensinya bahwa kami telah diminta memberikan bantuan, dan kami akan mempertimbangkannya dengan hati-hati,” kata Wong dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Australia, yang dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, sebelumnya telah menyatakan tidak akan mengirim pasukan ke Timur Tengah jika konflik semakin meningkat.

1. Tidak ikut operasi militer melawan Iran

Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)

Meski menerima permintaan bantuan dari sejumlah negara, pemerintah Australia menegaskan, posisi mereka tidak berubah terkait keterlibatan militer di Iran. Wong mengatakan, bantuan yang dipertimbangkan hanya sebatas dukungan defensif, bukan operasi militer ofensif terhadap Iran.

Ketika ditanya apakah Australia dapat membantu melindungi negara lain dari serangan drone dan rudal Iran, Wong menjawab bahwa hal tersebut memang sedang dipertimbangkan.

“Benar,” kata Wong ketika ditanya apakah Australia bisa membantu perlindungan terhadap serangan drone dan rudal Iran, seperti dikutip dari The Australian.

Ia menegaskan kembali, Australia tidak akan mengambil bagian dalam tindakan militer ofensif terhadap Iran maupun mengirimkan pasukan darat ke wilayah konflik.

“Kami akan mempertimbangkannya sesuai dengan posisi yang telah saya sampaikan, yaitu kami tidak berpartisipasi dalam tindakan ofensif terhadap Iran dan kami telah menjelaskan bahwa kami tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan darat,” ujar Wong.

2. Personel Australia di kapal selam AS

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat kampanye di MCG (twitter.com/AlboMP)

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan, terdapat tiga personel pertahanan Australia yang berada di atas kapal selam milik Amerika Serikat. Kapal selam tersebut sebelumnya menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo di Samudra Hindia.

Meski demikian, Albanese menegaskan, personel Australia tidak terlibat langsung dalam serangan tersebut. Menurutnya, kehadiran personel Australia di kapal tersebut tidak berarti negara itu ikut berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran.

Pemerintah Australia tetap mempertahankan sikap untuk tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

3. Bantu warga Australia terjebak di Timur Tengah

Bangunan-bangunan yang rusak akibat serangan udara di pusat kota Teheran, Iran pada 4 Maret 2026. (Photo by - / AFP)

Konflik di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir terus meningkat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan berbagai kota di kawasan Teluk. Sejumlah kota di Uni Emirat Arab dan Qatar dilaporkan turut terkena serangan tersebut.

Situasi keamanan yang memburuk menyebabkan ribuan warga asing terjebak di kawasan tersebut, termasuk warga Australia.

Pemerintah Australia saat ini bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk membantu ribuan warganya yang terjebak di Timur Tengah agar dapat kembali ke negaranya dengan aman.

Editorial Team