Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Trump Disebut Setop Rencana Ambil Uranium Iran

Trump Disebut Setop Rencana Ambil Uranium Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Intinya Sih
  • Donald Trump membatalkan rencana pengambilalihan seluruh cadangan uranium Iran setelah menerima peringatan dari pengamat tentang risiko konflik dan potensi rusaknya proses perdamaian AS-Iran.
  • Iran diketahui memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya, jumlah yang dinilai cukup untuk membuat hingga sepuluh hulu ledak nuklir menurut laporan IAEA.
  • Trump sebelumnya mengaku ingin mengambil uranium Iran demi alasan 'hubungan masyarakat', yang oleh sejumlah pengamat dianggap sebagai upaya pencitraan politik semata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut telah menghentikan rencananya untuk mengambil alih semua cadangan uranium milik Iran. Kabar itu termuat dalam laporan CNN berdasarkan keterangan sejumlah pejabat AS pada Jumat (12/6/2026).

Pada Mei lalu, sejumlah petinggi militer AS sudah mengadakan rapat terbatas dengan Trump di Florida soal rencana pengambilan uranium Iran. Sebab, aksi tersebut tidak mudah dilakukan sehingga harus direncanakan dengan matang. Namun, Trump kini justru membatalkan rencana tersebut. Padahal, militer AS sudah siap melakukan operasi untuk mengambil semua uranium Iran. 

1. Sejumlah pengamat mengingatkan Trump soal risiko pengambilan uranium Iran

Uranium yang sudah diperkaya.
potret uranium (flickr.com/James St. John via commons.wikimedia.org/James St. John)

Dalam laporannya, CNN menjelaskan, keputusan ini diambil Trump usai ia menerima sejumlah peringatan dari pengamat soal risiko pengambilan uranium Iran. Sejumlah pengamat menyebut rencana AS mengambil alih uranium Iran berpotensi membuat perang kembali meletus. Sebab, Iran pasti akan membalas AS karena telah mengambil uraniumnya secara paksa. 

Oleh karena itu, Trump tidak mau upaya perdamaian AS dan Iran rusak akibat ulahnya sendiri. Apalagi, negosiasi damai AS dan Iran kini masih berlanjut. Trump juga optimistis kesepakatan damai dengan Iran bisa segera diraih dalam waktu dekat. Sebab, ia mengklaim Teheran sudah menyepakati semua syarat perdamaian yang diberikan Washington.

2. Iran punya 440 kilogram uranium yang sudah diperkaya

Uranium yang sudah diperkaya.
potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)

Sebagai informasi, Iran saat ini diyakini memiliki cadangan uranium sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Dilansir Al Jazeera, jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025 lalu. 

Jika ingin membuat senjata nuklir, stok uranium Iran harus mencapai 90 persen. Namun, menurut keterangan Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, pada April lalu, cadangan uranium yang dimiliki Iran saat ini sudah cukup untuk membuat sepuluh hulu ledak nuklir. Inilah yang membuat Trump ketar-ketir dan ingin mengambil uranium milik Iran. Sebab, ia tidak ingin Iran punya senjata nuklir.

3. Trump punya alasan lain untuk mengambil uranium Iran

Donald Trump sedang berpidato.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/U.S. Air Force)

Namun, Trump sebetulnya punya alasan lain kenapa dirinya sangat ngebet mengambil semua uranium Iran. Dalam pernyataannya pada 14 Mei lalu, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil cadangan uranium Iran hanya untuk keperluan "Hubungan masyarakat". 

Trump sendiri tidak menjelaskan secara detail apa maksud dari ungkapan tadi. Namun, sejumlah pengamat menganggap bahwa kepentingan hubungan masyarakat yang dimaksud Trump adalah pencitraan. Jadi, Trump ingin mengambil uranium Iran sebetulnya bukan untuk tujuan apa pun, melainkan hanya untuk pencitraan agar dirinya terlihat kuat di mata dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More