Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia Dicegat di Selat Inggris

- Pasukan Inggris mencegat kapal tanker Smyrtos di Selat Inggris dalam operasi enam jam yang melibatkan marinir, helikopter, dan kapal perang untuk menindak jaringan armada bayangan Rusia.
- Smyrtos berlayar dari Rusia menuju Mesir dengan bendera Kamerun meski telah disanksi sejak 2025, diduga bagian dari ratusan kapal tua yang menyelundupkan minyak guna mendanai perang Rusia.
- Eropa memperketat pengawasan terhadap tanker Rusia melalui Operasi IRINI dan kerja sama militer lintas negara, sementara Ukraina memuji langkah Inggris dan Rusia mengecam tindakan tersebut.
Jakarta, IDN Times - Pasukan Inggris berhasil mencegat kapal tanker minyak Smyrtos yang diduga milik armada bayangan Rusia di Selat Inggris pada Minggu (14/6/2026). Operasi yang berlangsung selama enam jam ini menjadi aksi mandiri pertama militer Inggris dalam menindak jaringan tersebut.
Penangkapan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan politik dan kekhawatiran atas keamanan infrastruktur bawah laut di Eropa. Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa operasi sukses ini memberikan pukulan telak bagi pihak-pihak yang mendanai perang Rusia.
1. Detail operasi pencegatan Smyrtos

Operasi penyergapan Smyrtos dilakukan pada dini hari oleh komando marinir kerajaan Inggris. Pasukan khusus tersebut turun menggunakan tali dari helikopter untuk mengamankan seluruh area kapal.
Aksi ini juga melibatkan petugas penegak hukum khusus dari Badan Kejahatan Nasional Inggris atau NCA. Mereka langsung melakukan pemeriksaan dokumen dan penggeledahan kabin kapal setelah situasi dinilai aman.
Militer Inggris mengerahkan berbagai jenis helikopter seperti Chinook, Merlin Mk4, dan Wildcat untuk mendukung kelancaran operasi. Selain itu, kapal perang HMS Sutherland dan kapal pemburu ranjau HMS Ledbury turut bersiaga di sekitar lokasi kejadian. Kini kapal tersebut dibawa menuju tempat berlabuh di pantai selatan Inggris untuk diselidiki lebih lanjut.
"Rusia mengandalkan armada bayangannya untuk mendanai konflik di Ukraina dan pencegatan kami memberikan pukulan bagi perang ilegal Putin," kata Menteri Pertahanan Inggris Dan Jarvis, dilansir Straits Times.
2. Kapal Smyrtos sedang berlayar menuju Mesir

Kapal tanker Smyrtos diketahui berlayar menggunakan bendera Kamerun saat dicegat oleh pasukan Inggris. Berdasarkan data pelacakan kapal, tanker ini meninggalkan pelabuhan Ust-Luga di Rusia pada 5 Juni dengan tujuan Port Said di Mesir.
Kapal ini ternyata telah dijatuhi sanksi oleh Inggris sejak Juli 2025 karena terlibat dalam pengiriman minyak Rusia. Sejak saat itu, kapal tersebut dilaporkan telah mengubah namanya dari Myrtos menjadi Smyrtos dan mengganti benderanya sebanyak dua kali.
Armada bayangan Rusia sendiri merupakan kumpulan ratusan kapal tanker yang sebagian besar telah berusia tua dan memiliki kepemilikan yang tidak jelas. Kapal-kapal ini digunakan oleh Kremlin untuk menyelundupkan minyak dan menghindari sanksi internasional.
Pemerintah Inggris memperkirakan ada lebih dari 700 kapal dalam armada bayangan yang mengangkut 75 persen minyak sanksi Rusia. Keberadaan armada tersebut membawa pemasukan yang sangat penting bagi Moskow untuk mendanai perang.
3. Negara Eropa semakin gencar mencegat tanker Rusia

Negara-negara Eropa kini semakin memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang kedapatan mengangkut minyak Rusia secara ilegal. Uni Eropa (UE) bahkan telah memperluas mandat Operasi IRINI di Laut Mediterania untuk menghentikan dan memeriksa kapal yang mencurigakan.
Prancis juga tercatat telah mencegat beberapa kapal tanker armada bayangan seperti Tagor, Grinch, dan Deyna dalam beberapa bulan terakhir. Langkah penegakan hukum ini dilakukan melalui koordinasi dengan pihak militer Inggris.
Penangkapan Smyrtos sendiri mendapat sambutan dari pihak Ukraina yang mengapresiasi ketegasan Inggris.
"Eropa perlu mengambil langkah-langkah legislatif untuk memungkinkan tidak hanya penahanan kapal tanker dan pembatasan pengiriman minyak, tetapi juga penyitaan minyak yang mereka bawa," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dilansir CNN.
Di sisi lain, Rusia mengecam keras pencegatan yang dilakukan oleh negara-negara Barat tersebut. Utusan Kremlin Kirill Dmitriev menyatakan bahwa PM Starmer hanya menggunakan penahanan kapal tanker ini sebagai pengalihan isu dari krisis migran di Inggris.

















