Jakarta, IDN Times - Pemerintah Australia resmi meluncurkan skema pengembalian senjata api dengan ganti rugi atau buyback terbesar dalam tiga dekade terakhir. Langkah tegas ini diambil langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Pemerintah New South Wales guna memperketat kepemilikan senjata di kalangan warga sipil. Kebijakan nasional tersebut dihadirkan sebagai respons langsung demi menjamin rasa aman publik secara menyeluruh.
Program penarikan skala besar tersebut bakal mulai direalisasikan secara bertahap pada Senin (2/11/2026) mendatang. Kebijakan ini diberlakukan usai terjadinya insiden teror penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12/2025) lalu. Melalui program bernilai tinggi ini, otoritas setempat bertekad memusnahkan ratusan ribu pucuk senjata demi mencegah terulangnya tragedi berdarah serupa.
