Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Update: Korban Gempa NTT Capai 187 Korban, 55 Meninggal Dunia

Update: Korban Gempa NTT Capai 187 Korban, 55 Meninggal Dunia
Pekerja berjalan di dekat bangunan Kantor Bupati Manggarai yang mengalami kerusakan akibat gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Hingga Minggu (16/8) sore tercatat lebih dari 2.000 unit bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur menyebabkan 187 korban di Manggarai Timur hingga pukul 15.00 WITA.
  • Basarnas dan Mendagri meninjau posko di Desa Ronting pada hari ketiga pascagempa.
  • Operasi SAR melibatkan 711 personel dari berbagai unsur untuk pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pemantauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang paling perlu diperhatikan warga di posko?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada hari ketiga pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada (15/8/2026).

Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD hingga pukul 15.00 WITA, tercatat sebanyak 187 orang menjadi korban, dengan rincian 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

“Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Syafii.

  1. 1. Warga diimbau tetap waspada

    WhatsApp Image 2026-08-16 at 10.44.01.jpeg
    Kondisi pasca gempa di Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, NTT. (Dok. Istimewa)

    Saat berada di posko pengungsian, Kabasarnas memberikan imbauan dan penguatan kepada masyarakat. Ia meminta warga tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

    Syafii juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pascagempa. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

    Selain meninjau posko pengungsian, Kabasarnas mendampingi Mendagri menuju Posko SAR di wilayah Manggarai Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kabasarnas menegaskan komitmen Basarnas untuk terus memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam di wilayah terdampak.

  2. 2. Basarnas mengerahkan 119 personel

    Kondisi bangunan yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)
    Kondisi bangunan yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)

    Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.

    Selanjutnya, 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250. Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR.

    Secara keseluruhan, penanganan gempa bumi ini melibatkan 711 personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

  3. 3. Terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan di wilayah terdampak

    Personel Basarnas Maumere berada di lokasi gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dalam penugasan di area terdampak.
    Basarnas Maumere di lokasi gempa Flores, NTT. (Dok Basarnas Maumere)

    Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Pengerahan personel dan sarana pendukung terus dikoordinasikan untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan efektif dan optimal.

    Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More