Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Matt Thistlethwaite (kiri) dan Co-founder FPCI Dewi Fortuna Anwar (kanan) dalam diskusi The Jakarta Treaty: A New Chapter in the Australia-Indonesia Partnership di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). (IDN Times/Zahira Hilman)
Masih dalam forum diskusi yang sama, Co-founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dewi Fortuna Anwar, menyoroti pengetahuan masyarakat umum Australia mengenai Indonesia yang dinilai menurun.
"Lowy Institute, seperti yang kamu ketahui, sudah melakukan banyak survei dan berulang kali menunjukkan opini publik di Australia mengenai Indonesia tidak selalu positif,” ungkap dia.
Dewi menyebut, kondisi itu sebagai sebuah ironi. Ia menyoroti pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia yang mengalami penurunan, sementara pengetahuan sebagian masyarakat mengenai Indonesia masih terbatas pada Bali.
“Mereka tidak benar-benar mengetahui Indonesia. Mereka tahu Bali. Mereka masih berpikir Indonesia identik dengan Islamisme, digerakkan oleh terorisme, atau berada di bawah militerisme,” ujar Dewi.
Menanggapi hal tersebut, Matt mengatakan, sekitar 1,5 juta warga Australia mengunjungi Bali setiap tahun. Namun, menurut dia, semakin banyak warga Australia yang mulai menyadari jika Indonesia lebih dari sekadar Bali, dan mengunjungi berbagai wilayah lain di Indonesia.
“Semakin banyak warga Australia yang menyadari Indonesia lebih dari sekadar Bali, dan itu merupakan hal yang baik. Semakin banyak pula warga Australia yang bepergian ke wilayah lain di Indonesia, memperluas wawasan mereka dan mengeksplorasi peluang baru,” jawab Matt.
Matt turut menyoroti banyaknya bisnis, restoran, serta organisasi seni dan budaya Indonesia di Australia. Menurut dia, perkembangan tersebut membuat semakin banyak warga Australia mengenal budaya Indonesia.
“Saya pikir persepsi mengenai Indonesia adalah Bali mulai memudar di Australia. Semakin banyak warga Australia yang mulai mengenal dan menyukai budaya Indonesia, memahami sejarah dan warisan Anda, serta memahami hubungan kuat yang telah terjalin antara kedua negara,” pungkas Matt.