Visa Pelajar Indonesia Dinilai Makin Sulit, Begini Respons Australia

- Dewi Fortuna Anwar menyoroti proses pengajuan visa Australia bagi warga Indonesia yang dinilai makin sulit dan memakan waktu hingga enam bulan, terutama untuk pelajar dan pekerja.
- Pemerintah Australia menjelaskan peningkatan waktu tunggu disebabkan lonjakan permohonan serta kuota visa tahunan yang terbatas, namun telah menyiapkan pendanaan tambahan untuk mempercepat prosesnya.
- Meski biaya pengajuan visa naik secara umum, Australia memastikan pelajar dari negara ASEAN, termasuk Indonesia, tidak terkena kenaikan biaya tersebut.
Jakarta, IDN Times - Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan sekaligus Asisten Menteri Imigrasi Australia, Matt Thistlethwaite, merespons sorotan mengenai proses pengajuan visa bagi pelajar Indonesia, yang dinilai semakin sulit dan memakan waktu hingga enam bulan.
Matt mengatakan, proses mendapatkan visa Australia dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah permohonan, sementara pemerintah menetapkan jumlah visa pada setiap kategori setiap tahunnya.
“Kenapa semakin sulit mendapatkan visa ke Australia? Sederhananya karena penawaran dan permintaan. Kami memiliki tingkat perencanaan untuk jumlah visa yang tersedia di setiap kategori setiap tahunnya di Australia,” kata Matt dalam diskusi bertajuk The Jakarta Treaty: A New Chapter in the Australia-Indonesia Partnership di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Table of Content
1. Dewi Fortuna Anwar soroti proses visa yang dinilai semakin sulit

Pernyataan tersebut disampaikan Matt saat menanggapi Co-founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dewi Fortuna Anwar, yang menyoroti proses pengajuan visa Australia bagi warga Indonesia.
Dewi bercerita, dirinya mendapat informasi dari seorang rekannya di Australia bahwa ada aturan baru yang membuat pengajuan visa ke Australia dinilai semakin sulit bagi warga Indonesia.
Ia juga menyoroti proses pengajuan visa bagi warga Indonesia yang mendapat kesempatan belajar atau bekerja di Australia, yang disebut semakin sulit dibandingkan sebelumnya.
“Ada aturan baru yang menempatkan Indonesia dalam kategori yang membuat pengajuan visa ke Australia menjadi semakin sulit. Jadi, bagi mereka yang mendapat kesempatan untuk belajar atau bekerja, prosesnya bisa memakan waktu enam bulan dan itu jauh lebih sulit dibandingkan sebelumnya,” ungkap Dewi.
Karena itu, Dewi mempertanyakan kondisi tersebut di tengah upaya Indonesia dan Australia membangun kepercayaan, serta memperkuat hubungan kedua negara di tingkat strategis.
“Jadi, bagaimana kita menyelaraskan hal ini dengan hubungan di tingkat tertinggi? Kita sedang membangun kepercayaan. Namun, pada tingkat praktis, departemen Anda justru bergerak ke arah sebaliknya,” tanya Dewi.
2. Australia akui waktu tunggu dan proses keputusan visa meningkat

Matt pun menjelaskan pemerintah Australia menetapkan jumlah visa yang direncanakan pada setiap kategori setiap tahunnya. Kategori itu mencakup visa pasangan, visa pelajar, dan visa pekerja terampil.
Menurut Matt, penetapan jumlah visa tersebut dilakukan karena terdapat biaya yang harus ditanggung ketika seseorang datang untuk belajar, bekerja sementara, maupun menetap secara permanen di Australia, termasuk ketika mereka mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
“Anak-anak mereka akan mendapatkan akses ke sistem pendidikan kami. Mereka dapat menggunakan transportasi publik, infrastruktur, mendapatkan akses terhadap perumahan, dan ada biaya terkait hal tersebut yang harus kami tanggung dalam anggaran,” jelas Matt.
“Ini murni karena jumlah permohonan untuk jumlah visa yang terbatas tersebut telah meningkat,” tegas Matt.
Matt juga mengakui waktu tunggu dan proses pengambilan keputusan visa memang mengalami peningkatan. Menurut dia, pemerintah Australia telah mengumumkan pendanaan tambahan untuk mengurangi waktu tunggu tersebut.
“Kami menyadari waktu tunggu dan proses pengambilan keputusan telah meningkat. Pemerintah kami dalam anggaran terakhir telah mengumumkan pendanaan tambahan untuk mencoba mengurangi waktu yang harus Anda tunggu untuk mendapatkan keputusan visa,” ujar Matt.
“Jadi, mudah-mudahan seiring waktu, situasinya akan mulai membaik,” lanjut dia.
3. Pelajar Indonesia tak kena kenaikan biaya pengajuan visa

Dalam kesempatan yang sama, Matt juga menjelaskan terkait kebijakan pemerintah Australia yang menaikkan biaya pengajuan visa dalam anggaran pemerintah. Akan tetapi, kenaikan tersebut Matt pastikan tak berlaku bagi pelajar dari negara-negara ASEAN.
“Kami baru-baru ini meningkatkan biaya pengajuan visa dalam anggaran pemerintah, tetapi kami mengecualikan pelajar dari ASEAN,” terang Matt.
Karena itu, Matt menegaskan, tidak ada kenaikan biaya pengajuan visa bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Australia.
“Jadi, tidak ada kenaikan biaya pengajuan visa bagi pelajar Indonesia yang ingin belajar di Australia,” tambah Matt.



















