Korban Kebakaran Bar Thailand Bertambah Jadi 30 Orang

- Kebakaran di bar Rong Beer Na Ladprao, Bangkok, menewaskan 30 orang dan melukai puluhan lainnya; otoritas menyelidiki dugaan kelalaian serta lemahnya standar keselamatan bangunan.
- Penyelidikan awal menunjukkan korsleting AC memicu kebakaran yang cepat menyebar akibat dekorasi plastik dan busa mudah terbakar; pemerintah kini meninjau ulang aturan material konstruksi tempat hiburan.
- Sebagian besar korban diduga meninggal karena menghirup asap beracun; akses evakuasi terhambat oleh furnitur dan pintu rusak membuat banyak pengunjung terjebak di area toilet tanpa jendela.
Jakarta, IDN Times – Otoritas Thailand menyelidiki dugaan kelalaian yang menyebabkan kebakaran mematikan di Rong Beer Na Ladprao, sebuah bar di Bangkok, pada Minggu lalu. Polisi menduga bahwa penggunaan material yang mudah terbakar serta lemahnya standar keselamatan membuat api menyebar dengan cepat dan menimbulkan banyak korban jiwa.
Pada Selasa (14/7/2026), jumlah korban tewas bertambah menjadi 30 orang. Otoritas setempat menyatakan 27 korban telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 24 orang hingga kini masih berada dalam kondisi kritis, 15 orang mengalami luka sedang, sedangkan 36 korban lainnya yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang, mengutip laporan The Guardian.
1. Pengelola bar berjanji kooperatif selama penyelidikan
Melalui unggahan di media sosial pada Senin (13/7/2026), pihak Rong Beer Na Ladprao menyampaikan permohonan maaf atas tragedi tersebut. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang.
Pada Selasa, sejumlah mantan pelanggan dan warga terlihat mendatangi lokasi kejadian untuk meletakkan bunga serta pesan belasungkawa di pagar pembatas yang dipasang di sekitar bar yang menjadi lokasi kebakaran paling mematikan di kota itu dalam 17 tahun terakhir.
Bar tersebut berada di kawasan persimpangan yang ramai di Bangkok utara, terhubung dengan jaringan kereta perkotaan dan berada tidak jauh dari dua pusat perbelanjaan, bioskop, taman kota, serta Pasar Akhir Pekan Chatuchak. Kawasan itu juga dikenal memiliki banyak bar dengan pertunjukan musik yang biasanya dipadati pengunjung setiap akhir pekan.
2. Material mudah terbakar diduga mempercepat penyebaran api
Hasil penyelidikan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting pada sebuah pendingin udara (AC) yang menyebabkan aliran listrik di seluruh bar terputus. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengendalikan kobaran api yang bermula di dekat panggung pertunjukan, mengutip Al Jazeera.
Seorang ahli keselamatan kebakaran dari Engineering Institute of Thailand, Busakorn Saensuk, mengatakan panggung bar dihiasi dengan bunga plastik, sementara langit-langit bangunan dilapisi busa yang mudah terbakar. Menurut polisi, penggunaan material tersebut diduga mempercepat penyebaran api ke seluruh ruangan.
Otoritas Bangkok mengatakan bahwa bar tersebut terdaftar sebagai restoran dengan pertunjukan musik langsung, bukan sebagai tempat hiburan. Oleh karena itu, bangunan tersebut tidak diwajibkan menggunakan material tahan api. Pemerintah Metropolitan Bangkok kini meninjau kembali aturan mengenai penggunaan material konstruksi dan dekorasi di restoran maupun tempat hiburan.
3. Sebagian besar korban diduga meninggal akibat menghirup asap beracun
Seorang profesor teknik struktur, Worsak Kanok Nukulchai, mengatakan bahwa sebagian besar korban kemungkinan meninggal akibat menghirup asap beracun sebelum sempat terkena kobaran api. Menurutnya, kebakaran yang melibatkan material mudah terbakar menghasilkan gas karbon monoksida dan hidrogen sianida, dua zat beracun yang dikenal sebagai "toxic twins" dalam kebakaran.
Dikutip dari BBC, Kepala Kepolisian Thailand, Kittharath Punpetch, mengatakan bangunan bar tersebut memiliki empat pintu keluar. Namun, salah satu pintu di dekat toilet terhalang oleh sebuah meja, sementara pintu lain di dekat dapur memiliki papan penunjuk jalur evakuasi yang rusak serta pintu geser tanpa pegangan.
Sebagian besar korban ditemukan terjebak di toilet tanpa jendela yang berada di dekat salah satu pintu keluar belakang. Sementara itu, para pengunjung yang berhasil menyelamatkan diri melalui pintu depan harus menerobos kobaran api sehingga banyak di antaranya mengalami luka bakar serius yang berpotensi menimbulkan kecacatan permanen.






















