Madinah, IDN Times – Perjalanan panjang menuju Tanah Suci kerap memicu kelelahan ekstrem dan risiko gangguan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Waktu tempuh perjalanan darat dari daerah asal menuju embarkasi, ditambah waktu tunggu 24 jam, serta penerbangan udara yang memakan waktu sembilan hingga sepuluh jam, menuntut jemaah untuk cerdas menjaga kebugaran fisik.
Petugas Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, dr. M. Kadhafi, menyoroti kebiasaan keliru jemaah saat berada di dalam pesawat. Banyak jemaah yang sengaja menahan haus demi menghindari toilet pesawat.
"Rata-rata jemaah itu takut minum karena takut kencing di pesawat. Tipsnya minumnya jangan langsung banyak. Jadi, minumnya sedikit-sedikit karena kapasitas dari kantong kencing kita tuh terbatas," imbau dr. Kadhafi.
Dokter yang bekerja di RS H. Badaruddin Kasim, Tabalong, Kalimantan Selatan ini menjelaskan bahwa meminum air dalam jumlah banyak sekaligus akan membuat tubuh langsung membuangnya melalui urine. Sebaliknya, jika diminum sedikit demi sedikit secara berkala, cairan tersebut akan diserap optimal oleh tubuh, sehingga status hidrasi jemaah tetap terjaga dengan baik tanpa harus bolak-balik ke kamar kecil.
