Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Tanah Kelahirannya
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Ini adalah file dari situs web Ali Khamenei, yang menyatakan di footernya, "Semua Konten oleh Khamenei.ir dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0." Via wikimedia Commons)
  • Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran selama 36 tahun, wafat akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026 di usia 86 tahun.
  • Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, berdekatan dengan makam ayahnya di kompleks Imam Reza, meski tanggal pemakaman belum diumumkan resmi.
  • Pemerintah Iran membentuk Dewan Kepemimpinan Sementara dipimpin Ayatollah Alireza Arafi dan menegaskan kesiapan menghadapi konflik panjang melawan AS serta Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026), akan dimakamkan di kota suci Mashhad. Kabar tersebut dilaporkan kantor berita Fars dan dikutip Al Jazeera pada Rabu (4/3/2026).

Khamenei meninggal dunia dalam usia 86 tahun setelah memimpin Iran selama 36 tahun. Ia merupakan putra daerah Mashhad, kota terbesar kedua di Iran. Ayahnya juga dimakamkan di kota tersebut, tepatnya di kompleks makam Imam Reza. Hingga kini, tanggal pemakamannya belum diumumkan secara resmi.

1. Tewas dalam serangan AS-Israel

Seorang Muslim Syiah memegang foto pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan mantan pemimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini selama protes anti-AS dan Israel di Srinagar pada 1 Maret 2026. (HABIB NAQASH/AFP)

Khamenei tewas dalam serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada Sabtu pagi. Saat serangan itu, Khamenei sedang menjalankan tugas di kantornya.

Sebagai respons atas kematian tersebut, Iran melancarkan serangan balasan secara bertubi-tubi ke wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Ledakan dan serangan dilaporkan terjadi di sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Irak.

2. Iran gerak cepat cari pengganti Khamenei

Alireza Arafi, Ulama Syiah Iran, Ketua Universitas Internasional Al-Mustafa, pemimpin salat Jumat Qom dan kepala Seminari Iran. (Wikimedia Commons/Mostafameraji)

Pasca terkonfirmasinya kematian Khamenei, Iran bergerak cepat mencari pengganti yang akan memegang kendali penuh negara di tengah ancaman lanjutan dari Israel dan AS.

Untuk sementara, ada 3 pejabat tinggi yang ditunjuk sebagai Dewan Kepemimpinan Sementara buat mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi. Ulama senior Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk memimpin Dewan Kepemimpinan Sementara.

3. Iran tak akan menyerah

potret Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani (commons.wikimedia.org/Mostafameraji)

Sebelumnya, Komandan Keamanan Iran Ali Larijani menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan, Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan melawan kedua negara tersebut.

Menurut Larijani, militer Iran telah dipersiapkan menghadapi perang jangka panjang. Ia juga menyatakan, pemerintah tidak mempermasalahkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan demi menghadapi Israel dan AS.

“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, siap menjalani perang yang panjang. Kami akan mempertahankan diri tanpa mempertimbangkan berapa pun biaya yang harus dikeluarkan,” tulis Larijani di akun X.

Editorial Team