Jakarta, IDN Times - Kepala badan pengawas nuklir PBB pada Selasa (27/10/2026) mendesak Iran agar segera memberikan informasi serta akses yang dibutuhkan untuk memverifikasi material nuklir miliknya. Langkah verifikasi ini dibutuhkan guna memastikan status material nuklir yang telah dideklarasikan sebelumnya di fasilitas-fasilitas di bawah pengawasan.
Desakan tersebut secara khusus mencakup pemeriksaan terhadap 440 kilogram uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Teheran. Permintaan resmi ini disampaikan di hadapan Dewan Keamanan PBB setelah kegiatan pengawasan terhenti akibat penarikan seluruh inspektur sejak akhir Juni 2025.
