Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihak pemerintahannya sedang mengevaluasi kemungkinan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap milisi Houthi. "Kami mungkin melakukannya. Kami akan memeriksanya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru tersebut, jadi kami akan mengambil keputusan, kami bergerak sangat cepat," kata Trump kepada para jurnalis. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kepada CBS News bahwa pemerintah berada dalam kontak erat dengan mitra-mitra mereka di Arab Saudi.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengecam keras insiden tersebut melalui media sosial dan menuduh kelompok Houthi bertanggung jawab. "Amerika Serikat mengecam keras serangan baru-baru ini terhadap Kerajaan Arab Saudi oleh teroris Houthi, termasuk serangan hari ini di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang merenggut banyak nyawa tidak berdosa, termasuk seorang warga negara Amerika Serikat," tulis Rubio. Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Hans Grundberg menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya yang menjadi ancaman besar bagi keamanan regional.
Kelompok Houthi sejauh ini belum mengklaim tanggung jawab atas serangan pada hari Sabtu, meski sebelumnya mengklaim serangan pada awal pekan yang menewaskan tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot, di bandara yang sama. Pihak Houthi pada hari Sabtu justru menuduh Arab Saudi menyerang bandara internasional di ibu kota Yaman, Sanaa. Terkait serangan sebelumnya pada hari Kamis, dua pejabat regional anonim menyebut tiga pesawat mengalami kerusakan, namun maskapai nasional Arab Saudi menyatakan hanya satu pesawat kosong di darat yang mengalami kerusakan.