Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Tewas dalam Serangan Bandara Riyadh

3 min read
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Tewas dalam Serangan Bandara Riyadh
Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Kemlu memastikan tidak ada WNI yang meninggal dunia dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, sementara kemungkinan WNI di antara korban luka masih diverifikasi.

  • Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis, sedangkan operasional bandara dihentikan sementara.

  • KBRI Riyadh menelusuri kemungkinan WNI terdampak, mengimbau kewaspadaan, dan tetap memberikan layanan bersama KJRI Jeddah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Namun, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi setelah serangan tersebut.

"Hingga 11 Oktober 2026, dipastikan tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Sementara itu, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi," ujar Heni dalam keterangannya melalui pesan singkat, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya terluka. Korban meninggal terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit. Serangan itu juga menyebabkan operasional bandara dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan.

  1. 1. KBRI Riyadh telusuri kemungkinan WNI jadi korban luka

    Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah.
    Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan apakah ada WNI yang terdampak serangan tersebut. Perwakilan RI juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

    "KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta melakukan pemantauan ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak," kata Heni.

    Berdasarkan data resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang disampaikan melalui pembaruan KBRI, terdapat sekitar 581 ribu WNI di negara tersebut. Jumlah itu terdiri dari 351.070 WNI residen atau pemegang izin tinggal (iqamah) dan 229.930 WNI pengunjung atau peziarah.

  2. 2. WNI di Arab Saudi diminta tingkatkan kewaspadaan

    Semua pelayan kedai kopi Jabarano di Madinah, Arab Saudi, WNI dari berbagai daerah. (Media Center Haji/Rochmanudin)
    Semua pelayan kedai kopi Jabarano di Madinah, Arab Saudi, WNI dari berbagai daerah. (Media Center Haji/Rochmanudin)

    KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan tersebut. WNI diminta menghindari lokasi rawan, terutama kawasan Bandara Internasional King Khalid, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

    "KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat," ujar Heni.

    Bagi WNI yang berencana bepergian dari dan menuju Arab Saudi, KBRI mengimbau agar mereka memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing. WNI juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.

  3. 3. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi

    Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi)
    Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi)

    Di tengah situasi keamanan yang masih dipantau, Kemlu memastikan KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tetap memberikan pelayanan kepada WNI.

    "KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan konsuler serta perlindungan WNI seperti biasa," kata Heni.

    WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

    "Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi," ujar Heni.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More