Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Basilika Bunda Maria dari Afrika, Gereja Terkenal di Aljazair
Pemandangan udara Basilika Bunda Maria dari Afrika. (commons.wikimedia.org/Chettouh Nabil)

Basilika Bunda Maria dari Afrika berdiri di atas tebing tinggi yang menghadap Teluk Aljir di Aljazair. Basilika ini merupakan gereja Katolik Roma abad ke-19 yang terkenal dan menjadi salah satu markah tanah paling ikonis di Aljir. Bangunan ini didirikan pada masa kekuasaan Prancis di Aljazair.

Basilika ini dipersembahkan kepada Perawan Maria, yang di sini dikenal sebagai Bunda Maria dari Afrika. Didirikan untuk menghormatinya sekaligus sebagai tempat ibadah. Adapun keberadaannya telah lama melayani komunitas Katolik di Aljazair. Yuk, simak fakta unik tentang Basilika Bunda Maria dari Afrika berikut ini, guys!

1. Diresmikan pada tahun 1872

Pemandangan bagian luar kubah Basilika Bunda Maria dari Afrika. (commons.wikimedia.org/Lorchidee07)

Charles Lavigerie mendirikan basilika ini, yang dibuka pada tahun 1872 setelah proses pembangunan selama 14 tahun, lapor Mosaic North Africa. Bangunannya dirancang oleh Jean Eugène Fromageau, yang menjabat sebagai kepala arsitek bangunan gereja di Aljazair Prancis. Ia menerapkan gaya Neo-Bizantium pada basilika ini. Berbeda dengan kebanyakan gereja, area paduan suaranya terletak di sisi tenggara, bukan di sisi timur.

Basilika ini berdiri di atas bukit di kawasan Saint-Eugène, Aljir. Menghadap ke Teluk Aljir dan Laut Tengah. Lokasinya yang tinggi menyuguhkan pemandangan luas ke arah laut dan kota. Posisi ini menjadikan basilika ini sebagai bagian yang terkenal dari cakrawala Aljir.

2. Arsitektur Basilika Bunda Maria dari Afrika

Pemandangan panti umat dan altar di dalam Basilika Bunda Maria dari Afrika. (commons.wikimedia.org/Daggett.fr)

Basilika Bunda Maria dari Afrika memiliki bagian depan berwarna putih, kubah tengah yang besar, dan dua menara lonceng. Bagian dalamnya menampilkan mosaik, jendela kaca patri, dan karya seni religius, sebut GPSmyCity. Detail-detail ini memberikan tampilan yang unik. Basilika ini juga mencerminkan peran Gereja Katolik di Aljazair pada masa kekuasaan Prancis.

Jendela kaca patri basilika pecah akibat serangan bom pada tahun 1943 dan sejak saat itu telah diperbaiki dua kali. Seluruh bangunan juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi Boumerdès tahun 2003. Pada tahun yang sama, Uskup Agung Henri Teissier memulai rencana pemugaran. Pekerjaan perbaikan dimulai pada musim semi tahun 2007 dan memakan waktu tiga tahun untuk diselesaikan.

3. Wujud toleransi beragama di Aljir

Pemandangan patung Charles Lavigerie di samping Basilika Bunda Maria dari Afrika. (commons.wikimedia.org/Dacoslett)

Basilika ini sering dipandang sebagai tanda penghormatan keagamaan di Aljazair yang mayoritas penduduknya Muslim. Situs ini terbuka bagi orang-orang dari berbagai keyakinan. Di belakang altar, terdapat dinding melengkung yang memuat doa kepada Perawan Maria. Kalimat tersebut bermakna, "Bunda Afrika, doakanlah kami dan umat Muslim".

Pesan ini mencerminkan semangat hidup damai di antara masyarakat yang berbeda keyakinan di Aljazair. Negara Afrika Utara ini memiliki sejarah panjang yang dibentuk oleh kekuasaan Amazigh, Romawi, Islam, dan Prancis. Pengaruh-pengaruh masa lalu tersebut terus membentuk budaya dan identitas Aljazair hingga saat ini.

Basilika Bunda Maria dari Afrika merupakan bagian penting dari sejarah dan budaya Aljazair. Gaya Neo-Bizantium, kubah besar, dan mosaik yang indah menjadikannya sebagai markah tanah terkenal di Aljir. Saat ini, basilika ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus simbol penghormatan antarumat beragama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article