Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bawa Nama Putin dan Xi Jinping, Trump Bantah China-Rusia Sokong Iran

3 min read
Bawa Nama Putin dan Xi Jinping, Trump Bantah China-Rusia Sokong Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump membantah China dan Rusia mendukung Iran dalam perang melawan AS-Israel, meski mengakui kemungkinan bantuan dalam skala sangat kecil.
  • Trump mengklaim Xi Jinping dan Vladimir Putin secara pribadi menjamin tidak akan memasok atau menjual senjata kepada Iran, karena dianggap merugikan kepentingan mereka.
  • Pernyataan Trump muncul setelah laporan dugaan entitas China memasok citra satelit kepada Iran sebelum serangan yang menewaskan tiga prajurit AS di Yordania.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah tuduhan bahwa China dan Rusia membantu Iran dalam perang melawan AS dan Israel. Melalui platform Truth Social pada Selasa (13/10/2026), Trump menyebut kedua negara tersebut tidak memiliki alasan untuk mengambil risiko dengan mendukung Teheran.

Trump meragukan adanya bantuan dari Beijing dan Moskow, meski ia mengakui kemungkinan dukungan dalam skala sangat kecil.

“Saya melihat begitu banyak komentar dari Moron dan Orang Gila Kiri Radikal bahwa China dan Rusia membantu Republik Islam Iran yang ‘luar biasa’. Jika mereka membantu, itu pada tingkat yang sangat rendah, tetapi saya sama sekali tidak percaya mereka membantu. Mereka memiliki terlalu banyak hal untuk hilang, dan kita akan mengetahuinya, dan mengetahuinya dengan sangat cepat! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tulisnya, dikutip Times of India.

  1. 1. Trump mengklaim Xi Jinping dan Vladimir Putin menjamin netralitas

    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Trump juga menyebut Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin bersikap netral dalam konflik tersebut. Ia mengklaim kedua pemimpin itu telah memberikan jaminan secara pribadi pada Juli 2026 bahwa mereka tak akan menjual atau memasok senjata kepada Iran.

    Secara khusus, Trump mengungkapkan bahwa Xi telah menyampaikan komitmen tersebut dalam pertemuan mereka di Beijing, China. Ia juga mengaitkan kepercayaannya terhadap pernyataan Xi dengan hubungan kedua negara dan bantuan besar yang telah diberikannya kepada pemimpin China tersebut.

    “Presiden Xi, pada pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan, dalam keadaan apa pun, memberikan atau menjual Senjata kepada Republik Islam Iran — Dan pernyataan itu termasuk Perusahaan-perusahaan China. Mengingat hubungan kami, saya memercayai kata-katanya dan, selain itu, saya juga melakukan kebaikan yang sangat besar untuknya,” katanya, dikutip Wion News.

    Trump menilai keterlibatan China dan Rusia dalam perang justru akan membawa dampak buruk bagi kedua negara. Ia berpandangan bahwa mendukung Iran bukanlah pilihan yang sejalan dengan kepentingan Beijing maupun Moskow.

  2. 2. Rusia dan China mengkritik operasi militer AS

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Kremlin pada 8 Mei 2025 untuk melakukan pertemuan dan membahas berbagai isu penting.
    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Kremlin pada 8 Mei 2025 untuk melakukan pertemuan dan membahas berbagai isu penting. (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Moskow dan Beijing memiliki hubungan dekat dengan Teheran. Kedua negara juga secara terbuka mengkritik operasi militer yang dipimpin Washington, dengan Rusia memperingatkan risiko perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

    China turut mengecam serangan militer AS karena dianggap melanggar kedaulatan Iran. Sementara itu, Trump mengisyaratkan bahwa aktivitas saling memata-matai di antara negara-negara merupakan praktik yang lazim terjadi.

  3. 3. Laporan dugaan pasokan citra satelit memicu tanggapan Trump

    ilustrasi pangkalan militer
    ilustrasi pangkalan militer (pexels.com/Nikolai Ulltang)

    Pernyataan Trump muncul setelah The Wall Street Journal memberitakan dugaan bahwa entitas China memasok data citra satelit kepada Iran sebelum serangan rudal dan pesawat nirawak menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Serangan tersebut menewaskan tiga prajurit AS, sementara laporan lain menyebut dugaan pasokan peluncur rudal pertahanan udara yang dapat ditembakkan dari bahu serta bantuan bagi Teheran untuk menghindari sanksi ekspor minyak.

    Trump sebelumnya memperingatkan Xi agar tidak mengirimkan dukungan militer kepada Iran. Pernyataan tersebut kemudian diikuti konfirmasi Duta Besar AS untuk China mengenai jaminan dari Beijing, sementara konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran telah berlangsung sejak pasukan gabungan menyerbu Iran pada 28 Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More