Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi euro (magnific.com/kstudio)
  • Kejaksaan Belanda menawarkan hadiah 2 juta euro atau Rp40,62 miliar untuk informasi yang berujung pada penangkapan buronan narkoba Jos Leijdekkers, yang diduga berada di Sierra Leone.
  • Belanda meminta ekstradisi Leijdekkers, namun Sierra Leone menolak bekerja sama; Uni Eropa kemudian membekukan bantuan 18 juta euro, sementara Sierra Leone menyebutnya terkait kendala pelaporan anggaran.
  • Leijdekkers telah divonis 24 tahun di Belanda dan total 79 tahun di Belgia atas penyelundupan kokain serta kejahatan lain; penyelidikan tambahan masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Belanda pada Senin (2/11/2026) mengumumkan sayembara dengan hadiah sebesar 2 juta euro (Rp40,62 miliar) bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan gembong narkoba Jos Leijdekkers. Pria berusia 35 tahun yang masuk dalam daftar buronan paling dicari di Eropa itu diduga kuat bersembunyi di Sierra Leone.

Otoritas Belanda telah meminta ekstradisi Leijdekkers, tetapi pemerintah Sierra Leone menolak bekerja sama. Ketegangan diplomatik antara kedua negara tersebut turut mendorong Uni Eropa memangkas dan menangguhkan sebagian bantuan keuangan untuk Sierra Leone, negara di kawasan Afrika Barat.

1. Sayembara terbesar dalam sejarah penegakan hukum Belanda

ilustrasi Belanda, Eropa (pexels.com/Nuray)

Hadiah yang ditawarkan oleh Kejaksaan Penuntut Umum Belanda (Openbaar Ministerie) tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah sayembara penangkapan di negara itu. Imbalan tersebut disiapkan bagi siapa pun yang memberikan informasi penting mengenai rute pelarian, jadwal penerbangan internasional, atau peluang untuk menangkap Leijdekkers saat meninggalkan Sierra Leone.

"Kami memastikan semua pihak mengetahui adanya hadiah 2 juta euro (Rp40,62 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Bolle Jos," kata Menteri Kehakiman dan Keamanan Belanda, David van Weel, dilansir BBC.

Kepolisian Belanda menegaskan bahwa identitas pemberi informasi akan dirahasiakan oleh unit khusus. Informasi tersebut juga tidak akan dibagikan kepada pihak mana pun, termasuk aparat kepolisian Sierra Leone.

2. Pembekuan bantuan dari Uni Eropa senilai Rp365,55 miliar

ilustrasi Uni Eropa (pexels.com/Tim Diercks)

Berdasarkan catatan kepolisian, Leijdekkers diduga menggunakan identitas palsu Omar Sherrif atau Omar Sharif selama bertahun-tahun tinggal di Sierra Leone. Tekanan diplomatik Belanda terhadap pemerintah Sierra Leone akhirnya turut diikuti pembekuan dana bantuan Uni Eropa senilai 18 juta euro (Rp365,55 miliar).

Pemerintah Sierra Leone membantah bahwa penangguhan dana bantuan tersebut berkaitan dengan penolakan ekstradisi Leijdekkers. Mereka menyebut keputusan itu murni disebabkan oleh kendala teknis dalam pelaporan anggaran. Pejabat setempat juga membantah tudingan bahwa pemerintah mengetahui keberadaan buronan tersebut.

"Aparat intelijen kami benar-benar tidak mengetahui keberadaan Leijdekkers. Jika ada pihak asing yang mengetahuinya, tunjukkan buktinya kepada kami," tegas Kepala Menteri Sierra Leone, David Moinina Sengeh.

3. Vonis puluhan tahun penjara atas kejahatan narkoba internasional

ilustrasi narkoba (pexels.com/MART PRODUCTION)

Pria yang dijuluki "Bolle Jos" ini merupakan salah satu tokoh penting dalam sindikat penyelundupan kokain lintas negara. Pengadilan Rotterdam sebelumnya menjatuhkan hukuman 24 tahun penjara secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa. Hukuman tersebut berkaitan dengan penyelundupan lebih dari 7 ton kokain, keterlibatan dalam perampokan bersenjata di Finlandia, serta perintah pembunuhan.

Selain di Belanda, pengadilan di Belgia juga menjatuhkan hukuman penjara dengan total masa hukuman 79 tahun kepadanya atas sejumlah kasus penyelundupan narkoba bernilai puluhan juta euro.

Aparat penegak hukum Belanda masih menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang, penyelundupan ratusan kilogram emas, serta keterlibatan Leijdekkers dalam jaringan kekerasan terorganisasi. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap jaringan kejahatannya sekaligus mempersempit ruang geraknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article