Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belanda Beri Paket Bantuan Militer Rp10 T untuk Ukraina

3 min read
Belanda Beri Paket Bantuan Militer Rp10 T untuk Ukraina
Bendera Belanda (commons.m.wikimedia.org/Dutchgamer Yusuf Babayusuf)
  • Belanda mengumumkan paket bantuan militer 500 juta euro atau Rp10,11 triliun untuk Ukraina, guna memperkuat pertahanan selama musim dingin setelah pertemuan Rob Jetten dan Volodymyr Zelenskyy di Den Haag.
  • Dana militer diprioritaskan untuk drone, suku cadang, perlengkapan tempur, serta penguatan pertahanan udara terpadu demi melindungi garis depan, fasilitas publik, dan infrastruktur energi dari serangan udara.
  • Belanda juga menyiapkan bantuan non-militer 1,2 miliar euro selama tiga tahun untuk pemulihan ekonomi, rekonstruksi energi, proyek usaha, dan pengadaan mesin industri Ukraina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Belanda memastikan pemberian paket bantuan militer baru senilai 500 juta euro (Rp10,11 triliun) kepada Ukraina untuk memperkuat pertahanan selama musim dingin. Komitmen tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Belanda Rob Jetten usai bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Den Haag pada Rabu (28/10/2026).

Alokasi bantuan militer ini secara khusus ditujukan untuk memasok armada pesawat nirawak (drone) serta perlengkapan pendukung pertahanan lainnya. Kebijakan ini sekaligus melengkapi komitmen dana bantuan non-militer sebesar 1,2 miliar euro (Rp24,25 triliun) yang disiapkan pemerintah Belanda guna mendukung pemulihan ekonomi Ukraina.

  1. 1. Fokus bantuan militer untuk pengamanan selama musim dingin

    Dana bantuan militer sebesar Rp10,11 triliun tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di garis depan serta mengamankan wilayah udara menjelang musim dingin. Anggaran ini diprioritaskan bagi pengadaan drone intai maupun serang, penyediaan suku cadang, serta perlengkapan tempur pendukung lainnya.

    Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh PM Rob Jetten dalam konferensi pers bersama Presiden Zelenskyy di kediaman dinas Catshuis. Selain pengadaan drone, kedua pemimpin turut membahas penguatan sistem pertahanan udara terpadu guna melindungi berbagai fasilitas publik dan infrastruktur energi vital dari ancaman serangan udara.

    "Terima kasih atas komitmen paket dukungan militer baru bagi Ukraina senilai Rp10,11 triliun," ujar Presiden Volodymyr Zelenskyy, dilansir The Kyiv Independent.

  2. 2. Penyaluran bantuan non-militer untuk pemulihan ekonomi

    Sebelum pertemuan tingkat tinggi tersebut digelar, pemerintah Belanda telah lebih dulu mengumumkan paket bantuan non-militer sebesar Rp24,25 triliun untuk kurun waktu tiga tahun mendatang. Dana pemulihan ini akan disalurkan secara bertahap, mencakup 380 juta euro (Rp7,68 triliun) pada tahun depan, serta masing-masing 410 juta euro (Rp8,29 triliun) pada 2028 dan 2029.

    "Upaya pemulihan tidak bisa menunggu hingga tercapainya gencatan senjata karena Ukraina membutuhkan dukungan kita saat ini, baik di bidang militer maupun sosial-ekonomi," ujar Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Sjoerd Sjoerdsma.

    Sebagian dari anggaran tersebut dialokasikan untuk memfasilitasi keterlibatan dunia usaha dalam proyek rekonstruksi di Ukraina, memperbaiki jaringan infrastruktur energi yang rusak, serta mendatangkan mesin-mesin industri penopang roda perekonomian.

  3. 3. Peran strategis Belanda dalam mendukung pertahanan Ukraina

    Kucuran bantuan berskala besar ini semakin mempertegas posisi Belanda sebagai salah satu mitra utama Ukraina di kawasan Uni Eropa. Sebelumnya, Belanda tercatat sebagai salah satu negara pertama yang berkomitmen memasok jet tempur F-16 serta menjadi kontributor aktif dalam program daftar kebutuhan prioritas militer Ukraina (Prioritized Ukraine Requirements List/PURL).

    Pertemuan bilateral di Den Haag ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan kerja sama ketahanan energi di tingkat regional. Dalam kesempatan tersebut, Zelenskyy kembali menekankan pentingnya kesatuan sikap negara-negara Eropa dalam menjaga stabilitas keamanan serta mengawal proses menuju perdamaian kawasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More