Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bismillah C’est Les Ténèbres Jadi Slogan Demo di Prancis, Apa Artinya?

3 min read
Bismillah C’est Les Ténèbres Jadi Slogan Demo di Prancis, Apa Artinya?
Seorang pengunjuk rasa yang menyelimuti dirinya dengan bendera nasional Prancis berdiri di depan kantor pariwisata Lyon yang dibakar saat demonstrasi untuk memprotes "tingginya biaya hidup", di Lyon, Prancis bagian tenggara, pada 17 Oktober 2026 (AFP/JEFF PACHOUD)
  • Demonstrasi pelajar di Paris, Marseille, dan Lille diwarnai perusakan serta penjarahan, dengan slogan “Bismillah c’est les ténèbres” menggambarkan kondisi ekonomi dan sekolah yang dinilai memburuk.
  • Slogan itu menggabungkan “Bismillah”, berarti dengan menyebut nama Allah, dan ungkapan gaul Prancis “c’est les ténèbres”, yang berarti ini adalah kegelapan.
  • Ungkapan tersebut muncul dari percakapan Snapchat terkait blokade sekolah awal Oktober, lalu turut digunakan Greta Thunberg dalam aksi di Paris dan viral di media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Demo massal yang dilakukan kalangan pelajar di Prancis pada pekan lalu menjadi berita besar. Sebab, aksi tersebut menyebar luas di sejumlah kota besar yang ada di Prancis, seperti Paris, Marseille, dan Lille. Apalagi, demo juga diwarnai aksi anarkis karena para pelajar merusak dan menjarah toko-toko barang mewah yang ada di ketiga kota tersebut. 

Meski diwarnai aksi anarkis, demo ini menyimpan satu hal menarik yang membuat publik bertanya-tanya. Hal menarik itu bisa dilihat dari slogan yang dipakai para pelajar saat melakukan unjuk rasa. Slogan tersebut berbunyi “Bismillah c’est les ténèbres”. Lantas, apa arti slogan tersebut? Mengapa para pelajar memakainya saat berdemo? Mari simak ulasannya di bawah ini.

  1. 1. Slogan merupakan gabungan bahasa Arab dan Prancis

    Bismillah c’est les ténèbres merupakan slogan yang terdiri dari dua bahasa, yakni bahasa Arab dan bahasa Prancis. Dalam bahasa Arab, Bismillah bermakna ‘Dengan menyebut nama Allah’. Bagi umat muslim, kalimat ini biasanya diucapkan saat akan memulai aktivitas, seperti makan, minum, bekerja, bepergian, dan lain sebagainya. 

    Sementara itu, C’est les ténèbres merupakan bahasa Prancis yang berarti ‘Ini adalah kegelapan’. Dilansir Euronews, kalimat ini merupakan slank atau ungkapan tidak formal yang sering digunakan oleh kalangan muda Prancis ketika menghadapi bencana, masalah, atau malapetaka. 

    Oleh karena itu, slogan Bismillah c’est les ténèbres digunakan oleh kalangan pelajar Prancis saat berdemo untuk menggambarkan situasi negara yang sedang carut marut. Sebab, situasi ekonomi di Prancis kini sedang menurun sehingga biaya hidup melonjak drastis. Selain itu, buruknya kondisi ekonomi negara juga membuat banyak sekolah di Prancis jadi kurang diperhatikan sehingga tidak layak menjadi tempat belajar dan mengajar. 

  2. 2. Slogan Bismillah c’est les ténèbres muncul dari Snapchat pada awal Oktober

    Logo Snapchat.
    potret logo Snapchat (pexels.com/Solen Feyissa)

    Slogan Bismillah c’est les ténèbres ini pertama kali muncul pada awal Oktober lalu. Saat itu, slogan ini muncul dalam sebuah tangkapan layar percakapan sejumlah pelajar di grup Snapchat yang sedang mengoordinasikan blokade di beberapa sekolah di Prancis. Sebab, pada awal Oktober lalu, sejumlah siswa sekolah menengah atas di Negeri Mode juga menggelar demo besar. 

    Dalam tangkapan layar tersebut, seorang siswa dengan nama pengguna Snapchat Mamadou meminta masuk ke dalam grup. Usai berhasil masuk, ia lantas menuliskan pesan yang berbunyi “Hi, in the name of God, it’s the darkness. When’s the blockade, wallah, bro?". Dari sinilah slogan Bismillah c’est les ténèbres muncul dan menyebar luas di kalangan pelajar yang melakukan demo.  

    Namun, sejumlah pelajar ketika itu mengira bahwa sosok yang menulis pesan tadi bukanlah seorang siswa, melainkan polisi yang sedang menyamar. Jadi, mereka mengira polisi sengaja menyamar menjadi seorang siswa untuk menyusup masuk ke dalam grup demo. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui hal apa saja yang dilakukan pelajar dalam demo. Namun, dugaan tersebut hingga kini belum terbukti kebenarannya. 

  3. 3. Aktivis Swedia ikut menggunakan slogan Bismillah c’est les ténèbres saat demo di Paris

    Greta Thunberg, berbincang dengan para pelajar yang bersiap untuk ambil bagian dalam aksi blokade di Lycee Paul Eluard di Saint-Denis, pingg
    Greta Thunberg, berbincang dengan para pelajar yang bersiap untuk ambil bagian dalam aksi blokade di Lycee Paul Eluard di Saint-Denis, pinggiran kota Paris, pada 13 Oktober 2026, sebagai bagian dari mobilisasi pelajar berskala nasional. (AFP/JULIEN DE ROSA)

    Saat demo pekan lalu, slogan ini tidak hanya digunakan oleh pelajar Prancis saja, tetapi juga digunakan oleh aktivis asal Swedia, Greta Thunberg. Thunberg dikabarkan juga ikut berpartisipasi dalam demo di Seine-Saint-Denis, Paris utara, pada pekan lalu. 

    Kehadiran aktivis muda tersebut sontak menarik perhatian publik serta memperluas sorotan media internasional terhadap gelombang demonstrasi yang sedang berlangsung. Slogan Bismillah c’est les ténèbres yang memadukan bahasa Arab dan bahasa gaul Prancis ini pun kian viral di berbagai platform media sosial. Hal ini membuat slogan tersebut menjadi simbol perlawanan yang paling banyak diperbincangkan dalam aksi protes kaum muda di sejumlah negara Eropa belakangan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More