Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bom Bunuh Diri Hantam Pos Polisi Pakistan, 12 Orang Tewas
ilustrasi mobil terbakar (pexels.com/Styves Exantus)
  • Bom bunuh diri dengan kendaraan menghantam pos polisi di Dera Ismail Khan, Pakistan, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 35 lainnya.
  • Saat korban dievakuasi, pria bersenjata menyerang ambulans di Darazinda, menewaskan seorang pekerja penyelamat serta melukai dua petugas medis.
  • TTP mengklaim bertanggung jawab; Presiden Asif Ali Zardari dan PM Shehbaz Sharif mengecam serangan di tengah meningkatnya kekerasan kelompok militan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak menghantam pos pemeriksaan polisi di distrik Dera Ismail Khan, provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Sabtu (26/9/2026). Aksi bom bunuh diri tersebut menghancurkan bangunan pos dan menghasilkan dentuman keras yang kemudian diikuti rentetan tembakan dari sekitar lokasi.

Sedikitnya 12 orang tewas, sementara 35 lainnya terluka akibat ledakan di dekat area Aman Mela, wilayah Darazinda. Saat korban dievakuasi ke rumah sakit, sekelompok pria bersenjata menyerang ambulans milik stasiun Darazinda sehingga seorang pekerja penyelamat tewas dan dua petugas medis lainnya terluka.

1. Aparat menjaga ketat pos pemeriksaan

ilustrasi pengamanan militer (pexels.com/sk)

Dilansir Al Jazeera, Kepala Polisi Safdar Baloch menyebut mayoritas korban tewas dan luka merupakan personel keamanan serta warga yang sedang melintas. Mereka yang tewas terdiri dari petugas polisi, pejabat bea cukai, anggota dinas kehutanan, dua perempuan, dan seorang anak.

Penjagaan di pos tersebut melibatkan kontingen besar aparat gabungan karena tingginya arus barang yang harus diawasi dari praktik penyelundupan. Dera Ismail Khan berada di pertemuan Provinsi Balochistan, Khyber Pakhtunkhwa, dan Punjab, serta berbatasan langsung dengan wilayah Waziristan Selatan yang telah menjadi kawasan rawan konflik selama lebih dari satu dekade.

2. Taliban Pakistan mengklaim serangan bom

ilustrasi pasukan bersenjata (unsplash.com/Nathan Gubler)

Dilansir ABC News, Kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) menyatakan bertanggung jawab atas pemboman tersebut. Koresponden Al Jazeera Osama Bin Javaid menjelaskan bahwa TTP merupakan entitas berbeda dari kelompok Taliban Afghanistan yang berkuasa sejak 2021, meski keduanya memiliki hubungan aliansi yang erat.

Serangan itu menambah catatan kekerasan di Dera Ismail Khan, termasuk aksi bom bunuh diri pada Desember 2023 yang menewaskan 23 personel keamanan di gerbang kantor polisi setempat. Serangan kala itu diklaim oleh Tehreek-e-Jihad Pakistan, yang diyakini sebagai kelompok pecahan dari TTP.

3. Pemerintah Pakistan mengecam serangan mematikan

Bendera Pakistan (pexels.com/Talha Riaz)

Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Zardari menyebut penargetan warga sipil dan aparat sebagai tindakan yang sangat tercela, serta menuduh TTP melakukan aksi keji dengan dukungan asing sehingga menyerukan langkah tegas.

Pemerintah Pakistan kini menghadapi peningkatan serangan dari TTP dan Baloch Liberation Army (BLA), kelompok separatis terlarang yang aktif di Balochistan. Pemerintah di Islamabad menuduh otoritas di Kabul membiarkan TTP beroperasi dari wilayah Afghanistan, sedangkan tuduhan tersebut dibantah tegas oleh pemerintah Afghanistan.

Eskalasi keamanan itu berlangsung dua hari setelah bentrokan di perbatasan menewaskan sedikitnya 13 pejuang Taliban Afghanistan usai militer Pakistan menggempur tempat persembunyian militan. Langkah pengamanan wilayah dan serangan lintas batas Pakistan tersebut berpotensi mengganggu proses mediasi perdamaian yang sedang diupayakan China, Turki, Qatar, dan Arab Saudi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article