Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Bom Meledak di Pinggir Jalan Pakistan, 7 Orang Tewas

Dua Bom Meledak di Pinggir Jalan Pakistan, 7 Orang Tewas
Ilustrasi ledakan (freepik.com/kjpargeter)
Intinya Sih
  • Dua bom rakitan meledak beruntun di Distrik Bannu, Khyber Pakhtunkhwa, menargetkan kendaraan pikap dan menyebabkan kekacauan di lokasi kejadian.
  • Tujuh orang tewas dan tiga lainnya luka-luka akibat dua ledakan tersebut, sementara aparat masih menyelidiki pelaku tanpa ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
  • Presiden Asif Ali Zardari dan PM Shehbaz Sharif mengecam keras serangan itu serta menegaskan komitmen pemerintah Pakistan untuk memberantas aksi terorisme.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dua ledakan bom yang ditanam di pinggir jalan menewaskan setidaknya tujuh orang di Distrik Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Sabtu (20/6/2026). Peristiwa itu juga mengakibatkan tiga warga lainnya mengalami luka-luka.

Aparat keamanan langsung mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelaku serangan tersebut. Sampai saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden itu.

1. Dua bom meledak secara beruntun di wilayah Bannu

Menurut keterangan kepolisian setempat, ledakan pertama mengenai sebuah mobil pikap yang sedang mengangkut penumpang di Distrik Bannu. Kendaraan itu dilaporkan melintasi alat peledak rakitan (IED) yang dipasang di tepi jalan.

Saat korban dari ledakan pertama tengah dievakuasi ke rumah sakit, ledakan kedua terjadi di tempat yang sama. Polisi menyebut kedua bom itu diledakkan menggunakan pemicu jarak jauh.

"Sebuah truk pikap pribadi yang membawa penumpang menjadi sasaran bom rakitan yang dikendalikan dari jarak jauh. Saat para korban luka sedang dibawa ke rumah sakit dengan mobil untuk mendapatkan perawatan darurat, bom rakitan kedua tiba-tiba meledak," kata Pejabat Kepolisian Distrik Bannu, Yasir Afridi, dilansir Al Jazeera.

Tim penjinak bom kemudian dikerahkan untuk memeriksa lokasi dan memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang masih aktif.

2. Tujuh orang meninggal, tiga lainnya terluka

Pihak kepolisian melaporkan bahwa lima orang meninggal dunia dalam ledakan pertama. Sementara itu, dua korban lainnya tewas akibat ledakan kedua yang terjadi saat proses evakuasi sedang berlangsung.

Selain korban meninggal, tiga warga sipil mengalami luka-luka dan kini telah menerima perawatan medis.

Meski belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, kecurigaan mulai mengarah kepada kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini dalam beberapa tahun terakhir kerap melancarkan serangan di wilayah barat laut Pakistan.

3. Reaksi keras pemerintah terhadap aksi terorisme

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengecam keras serangan yang menargetkan warga sipil.

"Saya menyampaikan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya warga sipil yang tidak berdosa. Ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang mengendalikan aksi terorisme, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Zardari, dilansir DW.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengutuk serangan itu dan menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas para pelaku.

"Pemerintah berkomitmen penuh untuk memberantas terorisme dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan," ujar Sharif.

Serangan ini terjadi di tengah situasi keamanan yang kian memanas di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan. Pemerintah Pakistan selama ini menuduh kelompok militan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung, sebuah tuduhan yang selalu dibantah oleh pemerintah Taliban Afghanistan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More