Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan, 31 Orang Tewas

2 min read
Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan, 31 Orang Tewas
ilustrasi ledakan bom (unsplash.com/Jeff Kingma)
  • Bom bunuh diri di fasilitas kepolisian Kohat, Pakistan barat laut, Jumat (18/9/2026), menewaskan 31 orang termasuk lima polisi dan melukai 57 lainnya.
  • Tujuh pelaku menabrakkan mobil bermuatan bahan peledak saat polisi salat Jumat; seluruh pelaku tewas, sementara ledakan menghancurkan sebagian gedung kepolisian.
  • Identitas serta latar belakang pelaku belum diketahui dan polisi menyelidiki dalangnya; serangan terjadi saat konflik perbatasan Afghanistan-Pakistan memanas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Serangan bom bunuh diri dilaporkan terjadi di Kota Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, pada Jumat (18/9/2026). Menurut keterangan Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, peristiwa ini menewaskan 31 orang, termaruk 5 orang polisi. Sementara itu, 57 orang lainnya mengalami luka. Sebelumnya, korban tewas berjumlah 16 orang.

Serangan ini bermula saat ada sekelompok orang tidak dikenal yang menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke fasilitas kepolisian yang ada di Kohat. Peristiwa ini terjadi saat para polisi sedang melaksanakan ibadah salat Jumat di masjid setempat. Saat mobil ditabrakkan, ledakan hebat langsung terdengar di sekitar lokasi kejadian. Kerasnya ledakan lantas membuat warga setempat kaget.

  1. 1. Pelaku bom bunuh diri tewas di tempat

    Korban tewas.
    ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

    Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat sebagian gedung kepolisian hancur usai ditabrak pelaku dan terkena ledakan bom. Video tersebut juga memperlihatkan warga setempat yang berupaya menolong para korban untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Baju mereka terlihat berlumuran darah yang berasal dari tubuh para korban.

    Menurut keterangan Hameed, pelaku serangan ini terdiri dari tujuh orang. Hameed mengatakan, para pelaku juga tewas di tempat usai menabrakkan mobilnya ke fasilitas kepolisian yang ada di Kohat. Dilansir Jerusalem Post, Sabtu (19/9/2026), mobil mereka juga hancur akibat terkena ledakan dari bom yang mereka bawa. 

  2. 2. Identitas dan latar belakang pelaku serangan bom belum diketahui

    Tanda tanya.
    ilustrasi belum diketahui (pexels.com/Pixabay)

    Hingga saat ini, identitas dan latar belakang para pelaku serangan bom tersebut belum diketahui. Kendati demikian, kepolisian Khyber Pakhtunkhwa mengatakan akan segera melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa dalang di balik peristiwa nahas tersebut. 

    Serangan bom ini langsung mendapatkan respons dari Pemerintah Pakistan. Kementerian Dalam Negeri Pakistan menyebut serangan tersebut sebagai “Tindakan pengecut” dari pemberontak. Kementerian itu mengatakan serangan tersebut tidak akan mampu melemahkan keamanan negara.

  3. 3. Serangan bom terjadi di tengah konflik antara Afghanistan dan Taliban di Pakistan

    Bendera Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP).
    potret bendera Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) (commons.wikimedia.org/Tehrik-e-Taliban Pakistan)

    Serangan ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Afghanistan dan milisi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) atau Pakistan Taliban. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, kedua pihak saling bertukar serangan di wilayah perbatasan Afghanistan dan Pakistan. 

    Selain menyerang Afghanistan, TTP juga kerap menyerang warga sipil dan polisi di Pakistan. Biasanya, pihak yang paling sering jadi target serangan teror TTP adalah polisi Pakistan. Mereka kerap menyerang dan menghancurkan fasilitas kepolisian yang ada di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More