Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. (TSE - Tribunal Superior Eleitoral, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pemerintah Brasil memberi tenggat waktu bagi para pengguna untuk menarik saldo dari akun taruhan hingga 5 Oktober 2026. Mulai 6 Oktober, otoritas terkait bersama penyedia jasa internet dan toko aplikasi akan memblokir total seluruh situs web serta aplikasi taruhan.
Operator taruhan diwajibkan mendata sisa saldo nasabah berdasarkan nomor pokok wajib pajak pada 7 sampai 8 Oktober. Pengembalian dana pengguna harus diselesaikan melalui mitra perbankan pada 9 sampai 14 Oktober. Bank milik negara, Caixa Econômica Federal, juga disiapkan untuk membantu pengembalian dana jika perusahaan mengalami kendala operasional.
Selain mengeluarkan dekret, pemerintah mengajukan rancangan undang-undang ke Kongres Nasional untuk menjerat platform perjudian. Pihak yang mengoperasikan atau mempromosikan taruhan olahraga terancam hukuman empat hingga enam tahun penjara serta denda. Lembaga keuangan yang memproses transaksi pembayaran taruhan ilegal juga terancam hukuman dua hingga empat tahun penjara.
Dekret presiden ini langsung berlaku, tetapi memerlukan persetujuan Kongres dalam kurun 120 hari agar berkekuatan hukum tetap. Menteri Keuangan Brasil Dario Durigan menegaskan pemerintah akan menyetop seluruh aktivitas taruhan dan promosi komersialnya.
"Mulai 6 Oktober, tidak akan ada lagi situs, aplikasi, maupun sponsor taruhan legal di negara ini," kata Durigan, dilansir AFP.