Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Intelijen Brasil Peringatkan Ancaman Intervensi AS di Pilpres

2 min read
Intelijen Brasil Peringatkan Ancaman Intervensi AS di Pilpres
ilustrasi bendera Brasil (unsplash.com/fdantas)
  • Badan Intelijen Brasil memperingatkan potensi intervensi AS dalam pilpres Brasil 2026, di tengah hubungan Washington-Brasilia yang memanas akibat tarif impor 37,5 persen.
  • Laporan ABIN menyebut Donald Trump kemungkinan mendukung calon konservatif untuk menggeser arah politik Amerika Latin, sekaligus memperkuat pengaruh AS dan melawan China.
  • Pemerintahan Lula menolak tekanan AS, menyiapkan langkah balasan, serta berjanji melindungi energi dan mineral langka Brasil menjelang persaingan dengan Flavio Bolsonaro.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Brasil (ABIN) mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan mengintervensi pemilihan presiden (pilpres) pada Sabtu (19/9/2026). Rencana ini menyusul eskalasi tekanan dari AS ke Brasil dalam beberapa bulan terakhir. 

Sejak Juli, hubungan Washington dan Brasilia kembali memanas. Ketegangan kedua negara buntut keputusan AS menetapkan tarif kombinasi 37,5 persen pada berbagai produk impor asal Brasil.  

  1. 1. Sebut Trump mendukung calon konservatif pada pilpres 2026

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Dalam laporan ABIN, Presiden AS, Donald Trump kemungkinan akan mendukung calon konservatif di pilpres Brasil. Langkah ini untuk mengubah arah politik di negara-negara Amerika Latin haluan kanan. 

    Dilansir Democrata, dokumen itu mengungkapkan adanya tren tekanan kepada Brasil. Selain itu, ada rencana besar AS di bawah Trump untuk memperkuat hegemoninya di Amerika Latin dan melawan pengaruh pesaingnya, terutama China. 

  2. 2. Brasil menjadi negara yang paling menolak tekanan AS

    ilustrasi bendera Brasil (pexels.com/jonathanborba)
    ilustrasi bendera Brasil (pexels.com/jonathanborba)

    ABIN juga mengungkapkan bahwa Brasil menjadi salah satu negara yang menolak tekanan AS. Alhasil, AS kemungkinan akan menggunakan sanksi-sanksi untuk menekan Brasil dalam mengakses sistem finansial di AS. 

    Dilansir Telesur, pemerintahan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva terus menolak dan menganggap remeh tekanan AS. Ia bahkan sudah menerapkan mekanisme balasan sebagai respons atas sanksi dan tekanan kepada Brasil.

  3. 3. Lula janji lindungi mineral langka dan energi Brasil

    Presiden Brasil, Lula da Silva.
    Presiden Brasil, Lula da Silva. (REPÚBLICA DE COLOMBIA, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Pekan lalu, Lula berjanji akan melindungi seluruh energi dan mineral langka milik Brasil. Ia akan mencegah negara lain merebut cadangan energi dan mineral Brasil, seperti yang terjadi di Venezuela. 

    “Mineral langka dan logam tanah jarang milik adalah milik rakyat Brasil. Maka dari itu, sumber daya alam tersebut harus dieksplorasi, diolah oleh kami. Apakah Anda memperbolehkan Amerika datang dan mengambil kekayaan mineral kam?,” tuturnya, dikutip dari EFE.

    Lula nantinya akan bersaing ketat dengan anak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro dalam pilpres Oktober mendatang. Meskipun Flavio unggul dalam survei, tapi kedua kandidat terpantau masih berimbang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More