Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Penyelundupan Migran, Meta dan TikTok Berantas Hoaks di Spanyol
Meta (unsplash.com/Mariia Shalabaieva)
  • Meta dan TikTok bekerja sama dengan Uni Eropa memperkuat pemeriksaan fakta konten penyeberangan perbatasan Spanyol, menyusul insiden massal di Ceuta pada akhir Juli 2026 yang menewaskan sejumlah orang.
  • Video viral yang mengklaim perbatasan Ceuta dibuka diduga mendorong puluhan ribu calon migran; Uni Eropa menyebut jaringan penyelundup kriminal turut memanfaatkan disinformasi tersebut.
  • Platform membuka saluran khusus bagi pemeriksa fakta, berkoordinasi harian dengan Komisi Eropa dan Europol, serta mengerahkan tim untuk menindak konten yang mempromosikan penyeberangan ilegal dan perdagangan manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Meta dan TikTok bekerja sama dengan Uni Eropa untuk memperkuat pemeriksaan fakta terhadap konten terkait penyeberangan perbatasan Spanyol. Langkah ini bertujuan membatasi penyebaran informasi palsu yang diduga dimanfaatkan jaringan penyelundup untuk mendorong migran melintasi perbatasan secara ilegal.

Kerja sama tersebut dilakukan setelah insiden penyeberangan massal di wilayah Ceuta pada akhir Juli 2026 yang menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia. Uni Eropa dan pemerintah Spanyol kini memperkuat pengawasan ruang digital untuk mencegah informasi palsu memicu pergerakan massa serupa.

1. Disinformasi media sosial picu penyeberangan ke Ceuta

Para imigran dari Maroko memasuki Ceuta, Spanyol. (AFP/HENRY NICHOLLS)

Puluhan ribu calon migran dilaporkan berusaha menuju wilayah Ceuta pada akhir Juli 2026. Penyeberangan massal tersebut menyebabkan tragedi dan menewaskan sejumlah orang.

Peristiwa itu diduga dipicu video yang beredar luas di media sosial. Sejumlah unggahan mengklaim perbatasan Ceuta telah dibuka dan migran yang berenang menuju wilayah tersebut tidak akan dipulangkan.

Aparat Spanyol kemudian memulangkan sebagian besar migran setelah situasi perbatasan terkendali. Uni Eropa menilai jaringan penyelundup turut memanfaatkan informasi palsu untuk mendorong aksi tersebut.

"Penyeberangan ini didorong oleh jaringan penyelundup kriminal dan juga disinformasi," kata Kepala Migrasi Uni Eropa, Magnus Brunner, dilansir Arab News.

2. Uni Eropa aktifkan kerja sama dengan platform digital

ilustrasi Uni Eropa (unsplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)

Sebagai respons, Meta dan TikTok membentuk mekanisme kerja sama dengan organisasi pemeriksa fakta. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari protokol penanganan krisis digital yang dapat diaktifkan ketika terjadi situasi darurat.

Organisasi pemeriksa fakta dapat menggunakan saluran khusus untuk melaporkan konten yang dinilai berbahaya. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada platform untuk ditindaklanjuti.

Komisi Eropa dan Europol juga melakukan koordinasi harian dengan penyedia platform. Kerja sama ini ditujukan untuk menemukan dan mengurangi penyebaran rumor sebelum mendorong pergerakan massa.

"Platform harus bertindak tegas untuk menjaga integritas ruang digital, khususnya selama situasi krisis," kata Komisioner Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen.

3. Platform perketat moderasi konten jaringan penyelundup

ilustrasi Meta (pexels.com/Julio Lopez)

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk menghambat aktivitas jaringan penyelundup manusia di media sosial. Kelompok kriminal diduga memanfaatkan platform digital untuk menawarkan jasa dan membujuk calon migran melakukan penyeberangan ilegal.

Meta dan TikTok mengerahkan tim khusus untuk menindak konten yang melanggar kebijakan platform. Konten yang memfasilitasi atau mempromosikan perdagangan manusia termasuk dalam materi yang menjadi sasaran penindakan.

Pemerintah Spanyol menyambut kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perbatasan.

"Kami bekerja secara terkoordinasi untuk menghadapi kampanye disinformasi dan manipulasi di media sosial agar tidak ada lagi nyawa yang terancam," kata Menteri Transformasi Digital Spanyol, Oscar Lopez.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article