Jakarta, IDN Times - Kabar mengenai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut kembali ke meja perundingan menjadi perhatian setelah Gedung Putih mengumumkan pengiriman delegasi ke Doha, Qatar, untuk melanjutkan pembahasan terkait implementasi kesepakatan damai sementara yang disepakati pada pertengahan Juni lalu.
Informasi tersebut memunculkan harapan kedua negara mulai kembali menempuh jalur diplomasi setelah beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan rudal yang menguji keberlangsungan gencatan senjata.
Namun, di saat pemerintah Amerika Serikat menyatakan tim negosiasinya akan berada di Doha, pemerintah Iran justru menyampaikan pernyataan berbeda. Teheran menegaskan tidak ada agenda perundingan dengan Washington dalam waktu dekat.
Lantas, benarkah AS dan Iran telah kembali ke meja perundingan? Berikut fakta-faktanya.
