Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sempat Memanas, AS dan Iran Sepakat Setop Saling Serang

Sempat Memanas, AS dan Iran Sepakat Setop Saling Serang
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan di sekitar Selat Hormuz serta menjamin kebebasan pelayaran setelah ketegangan meningkat pekan lalu.
  • Kedua negara akan melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, membahas isu nuklir, keamanan pelayaran, deeskalasi konflik, dan situasi Gaza.
  • Sebelum kesepakatan tercapai, AS menyerang fasilitas militer Iran di Selat Hormuz yang dibalas Iran dengan serangan ke pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran akhirnya dikabarkan sepakat untuk saling menghentikan serangan. Kesepakatan ini terjadi usai Washington dan Teheran kembali saling meluncurkan serangan di sekitar Selat Hormuz pada pekan lalu. Kedua negara juga dikabarkan akan menjamin semua kapal di Selat Hormuz berlayar dengan bebas dan aman. 

“Kami sepakat untuk menghentikan serangan kinetik (terhadap Iran). Kedua belah pihak (AS dan Iran) akan menghentikan aksi mereka untuk sementara waktu dan kapal-kapal dapat bergerak bebas,” kata seorang pejabat AS anonim dalam pernyataannya pada Minggu (28/6/2026) dikutip Times of Israel.

1. AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi di Qatar

Suasana di Kota Doha, Qatar.
potret Kota Doha, Qatar (pexels.com/Natalya Rostun)

Pejabat AS tadi menambahkan, AS dan Iran juga akan melanjutkan negosiasi di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026). Awalnya, negosiasi bakal dihelat di Swiss. Namun, usai AS dan Iran kembali terlibat serangan, kedua negara memutuskan untuk memindahkan lokasi negosiasi ke Doha. 

Dalam negosiasi di Doha, ada sejumlah hal yang akan dibahas oleh AS dan Iran. Beberapa di antaranya, seperti penghentian program senjata nuklir, penegakkan hak bebas berlayar di Selat Hormuz, dan deeskalasi perang di antara kedua negara. Selain itu, Iran juga akan membawa isu agresi Israel di Gaza dalam negosiasi tersebut. 

2. AS menyerang Iran karena terjadi serangan di Selat Hormuz

Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz.
Kapal-kapal sedang berlayar di Selat Hormuz. (commons.wikimedia.org/MC2 Indra Beaufort)

Pekan lalu, AS kembali melakukan serangan ke Iran karena mereka dikabarkan menyerang kapal yang sedang berlayar di Selat Hormuz. Serangan perdana AS ke Iran dilakukan pada Jumat (26/6/2026), sedangkan serangan kedua dilakukan pada Sabtu (27/6/2026). Kedua serangan itu menyasar situs penyimpanan rudal dan drone milik Iran yang ada di dekat Selat Hormuz.

"Pesawat-pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai karena mereka melanggar perjanjian gencatan senjata lagi! Sangat mungkin mereka tidak akan pernah belajar! Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social

3. Iran membalas serangan AS

Pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sedang latihan.
potret pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand)

Merespons serangan AS, Iran tidak tinggal diam. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) langsung meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. Serangan itu dilakukan pada Sabtu malam pekan lalu. 

“Melanggar gencatan senjata bertentangan dengan Klausul 1 Memorandum Kesepahaman Islamabad dan akan mengakibatkan penghentian total semua proses diplomatik,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan dikutip Times of Israel.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More